Saat sejumlah pabrikan asal China sudah menghadirkan beragam pilihan kendaraan elektrifikasi, mulai dari battery electric vehicle (BEV), hybrid, hingga range extender electric vehicle (REEV), Honda baru mulai memperkuat lini mobil listrik murninya di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, Honda tidak meluncurkan produk hanya karena mengikuti tren pasar. Menurut dia, setiap produk yang dihadirkan selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. "Meluncurkan suatu produk bukan berdasarkan ikut trend tapi kami selalu melihat bagaimana konsumen menginginkan dan membutuhkan suatu produk. Tapi di 2050 misi kita net zero emission. Hybrid sedang kita develop sambil kita perkenalkan terus mobil listriknya," ujar Billy saat ditemui di GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang, Jumat (31/7/2026). Honda Prelude Sesuaikan Kebutuhan Pasar Billy menjelaskan, strategi elektrifikasi Honda dilakukan secara bertahap. Di satu sisi, perusahaan terus memperkenalkan kendaraan listrik murni, namun di sisi lain teknologi hybrid juga tetap dikembangkan. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kondisi pasar Indonesia yang saat ini masih berada dalam masa transisi menuju kendaraan rendah emisi. Karena itu, Honda memilih menghadirkan teknologi yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini, tanpa terburu-buru mengikuti perkembangan tren di industri otomotif. Target Net Zero Emission Meski baru mulai memperluas jajaran mobil listrik murni di Indonesia, Honda menegaskan komitmennya terhadap target global perusahaan. Billy mengatakan, Honda tetap berpegang pada target mencapai net zero emission pada 2050. Untuk mewujudkan hal tersebut, perusahaan akan terus mengembangkan berbagai teknologi elektrifikasi, baik hybrid maupun mobil listrik berbasis baterai. Strategi itu juga sejalan dengan langkah Honda yang mulai memperkenalkan model-model elektrifikasi baru kepada masyarakat Indonesia, sembari melihat perkembangan kebutuhan dan penerimaan pasar terhadap kendaraan ramah lingkungan.