Daftar Isi Catatan Penjualan Mobil Honda di Indonesia Setahun Terakhir Penjualan mobil Honda di Indonesia lagi jadi sorotan. Terlebih belakangan ada sejumlah dealer yang tutup. Berikut ini catatan penjualan Honda setahun terakhir.Penjualan mobil di Indonesia belum sepenuhnya pulih. Untuk mencapai satu juta unit pun rasanya masih sulit dicapai. Sekalipun banyak pendatang baru dari China, nyatanya penjualan belum terkerek signifikan. Beberapa produsen lama juga mengalami penyusutan penjualan, salah satunya adalah Honda. Catatan Penjualan Mobil Honda di Indonesia Setahun TerakhirMerujuk pada data penjualan yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dalam setahun terakhir performa jualan Honda memang tengah merosot.Pada tahun 2024, Honda mencatatkan penjualan sebanyak 94.742 unit secara wholesales dan 103.023 unit secara retail. Kemudian pada tahun 2025, Honda mendistribusikan 56.500 unit secara wholesales atau turun 40,4 persen dibandingkan torehan tahun 2024. Penjualan retail pun demikian, turun sekitar 30,9 persen menjadi 71.233 unit.Performa penjualan Honda tahun 2026 juga belum membaik. Dalam data terbaru, Honda hanya mengirimkan 15.893 unit ke dealer selama Januari-April 2026. Angka itu tutun 37,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 25.336 unit.Catatan penjualan retail justru lebih merosot lagi. Selama empat bulan tahun ini, penurunannya nyaris 50 persen. Januari-April 2025, penjualan retail Honda masih tembus 29.215 unit. Namun pada periode yang sama tahun ini hanya mencapai 16.516 unit atau turun 43,5 persen.Selain penurunan penjualan, Honda juga diterpa kabar tak sedap soal dealer berguguran. Beberapa di antaranya berganti jadi dealer mobil China. Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengungkap meski ada dealer yang tutup namun Honda justru melebarkan sayapnya membuka dealer baru di daerah-daerah."Tapi perlu dilihat, yang selalu menjadi berita kan penutupan dealer, informasi yang kami terima banyak dealer baru yang buka, tapi bukan di Pulau Jawa. Kenapa ada yang tutup? Itu pilihan bisnis dan bersifat independen," ujar Kukuh belum lama ini.Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita juga angkat bicara soal kabar dealer Honda yang ramai-ramai tutup. Agus mengatakan, produsen mobil asal Jepang harus bisa menyesuaikan diri dengan keinginan pasar di Indonesia. Sebab, hanya dengan cara tersebut, mereka bisa tetap bersaing dengan brand-brand asal China.Situasi itu, kata Agus, tentu menjadi tantangan untuk merek-merek asal Jepang. Mereka harus putar otak untuk tetap bisa relevan dengan konsumen-konsumen di Tanah Air."Saya kira itu juga challenge untuk brand Jepang ya karena semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market," ujar Agus.