Presiden Direktur (Presdir) baru PT Honda Prospect Motor (HPM), Masanao Kataoka, bicara soal dampak konflik Timur Tengah ke pasar roda empat di Indonesia. Dia mengaku masih mempelajari berbagai kemungkinan yang ada.Hal tersebut disampaikan Kataoka usai diresmikan sebagai Presdir baru Honda Indonesia. Menurutnya, sebagai pimpinan anyar, ada sejumlah hal yang harus dicari tahu, terutama terkait pasar nasional. "Kami masih mencari tahu bagaimana dampak langsung dari konflik Timur Tengah. Jadi sampai kemarin, kami masih mengecek dampak terhadap produksi dan model kendaraan," ujar Masanao Kataoka saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara (Jakut), Senin (30/3).Bos Honda bicara soal konflik Timur Tengah terhadap kondisi pasar di Indonesia. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFotoKataoka baru mendarat di Indonesia kemarin lusa. Sehingga, terlalu dini untuk membicarakan dampak konflik di negara lain terhadap situasi pasar di dalam negeri."Saya tidak tahu bagaimana keadaan sebenarnya di pasar Indonesia. Soalnya saya baru tiba di sini kemarin (lusa). Jadi kami akan memeriksa situasinya lebih dulu dan kami akan membuat strategi untuk menyikapi kondisinya secepat mungkin," ungkapnya.Di tempat yang sama, Direktur Pemasaran PT HPM, Yusak Billy juga belum bisa bicara soal dampak konflik Timur Tengah terhadap harga jual kendaraan di Indonesia. Dia, sama seperti Kataoka, mengaku masih terus memantau situasi terkini."Kita masih mempelajari terus nih ya, kita monitor terus setiap hari," kata dia.Sebagai catatan, konflik Timur Tengah diprediksi tak hanya berdampak ke harga minyak dunia, melainkan juga ke rantai pasok global dan distribusi komponen kendaraan. Itulah mengapa, muncul kekhawatiran, harga kendaraan akan mengalami kenaikan.Meski demikian, saat ini situasinya masih cenderung tak menentu. Itulah mengapa, sejumlah produsen, termasuk Honda, belum mengambil keputusan akhir terkait produksi. Kini, berbagai kemungkinan masih terus dipantau dan dipelajari.