Persaingan sepeda motor di kelas harga Rp 25 jutaan kini semakin menarik sejak kehadiran motor listrik perkotaan. Dua model yang kerap masuk dalam radar pertimbangan konsumen adalah Indomobil Emotor Sprinto dan penguasa pasar skutik konvensional, Honda Vario 125. Pertimbangan konsumen saat ini tidak lagi sekadar urusan desain atau fitur, melainkan sudah bergeser ke arah adu rasionalitas. Di satu sisi, ada motor listrik yang menawarkan iming-iming efisiensi biaya energi yang sangat murni. Honda Vario 125 Street di booth Honda di IIMS 2026 Di sisi lain, skutik bensin konvensional tetap berdiri kokoh dengan senjata utamanya, yaitu kepraktisan tanpa batas. Adu Irit Secara angka murni di atas kertas, motor listrik memang menyajikan efisiensi biaya operasional yang sulit ditandingi oleh mesin pembakaran internal (ICE). Berdasarkan data pengujian yang saya lakukan pada rute komuter harian lintas wilayah (Bogor–Petukangan–Menara Kompas) sejauh 62 kilometer, Sprinto membuktikan keiritannya. Dengan kapasitas baterai 2,45 kWh, motor listrik berdaya 3,5 kW ini hanya menghabiskan daya total sebesar 1,44 kWh untuk sekali jalan. Jika dikonversikan dengan tarif listrik harian PLN nonsubsidi golongan 1.300 VA ke atas (Rp 1.444,70 per kWh), pengeluaran token listriknya hanya menyentuh Rp 2.089 sekali jalan. Bagaimana dengan sang rival? Indomobil Emotor Sprinto Honda Vario 125 dibekali mesin 124,8 cc eSP bertenaga 11 TK dan torsi 10,8 Nm. Pihak pabrikan mengeklaim konsumsi BBM skutik ini bisa menembus 51,7 km per liter. Namun, saat saya uji langsung di jalur dalam kota Jakarta yang dinamis dan pakai metode full to full mencatatkan angka 46,6 km per liter. Menggunakan patokan harga BBM Pertamax saat ini (Rp 12.300 per liter), ongkos bensin yang harus dikeluarkan untuk menempuh jarak 62 km adalah sebesar Rp 16.368. Secara matematis, dari sektor biaya pengeluaran energi harian, Sprinto terbukti hampir 8 kali lipat lebih murah. Dilema Infrastruktur dan Manajemen Waktu Namun, melihat keunggulan motor listrik hanya dari aspek murahnya biaya token tentu kurang objektif. Dalam realitas berkendara harian, ada faktor kenyamanan operasional yang tidak kalah krusial, dan di sinilah minus terbesar dari motor listrik muncul. Pihak Indomobil Emotor memang menyediakan fasilitas fast charging gratis di seluruh jaringan diler resmi mereka. Masalahnya, bagaimana jika rute komuter harian Anda sama sekali tidak melintasi diler tersebut? Pilihannya adalah melakukan pengisian daya mandiri di rumah atau di area kantor. Di sinilah manajemen waktu berkendara akan benar-benar diuji. Proses pengisian daya baterai di luar fasilitas fast charging memakan waktu yang cukup lama. Bagi konsumen yang belum terbiasa dengan ritual mengecas baterai semalaman, sistem ini bisa menjadi kendala besar. Baterai motor listrik tidak bisa diisi secara instan dalam hitungan menit ketika sedang terburu-buru di pagi hari. Kepraktisan Mutlak Skutik Konvensional Sebaliknya, nilai plus utama dari skutik bermesin bensin seperti Honda Vario 125 terletak pada ekosistem infrastrukturnya yang sudah sangat matang selama puluhan tahun. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tersebar luas di setiap sudut jalan. Jika dihadapkan pada antrean panjang di satu tempat, tinggal berkendara beberapa ratus meter untuk mencari SPBU lain, atau memanfaatkan bensin eceran darurat di pinggir jalan. Proses pengisian ulang bahan bakar hanya memakan waktu 2 hingga 3 menit, dan motor bisa langsung dipacu kembali tanpa perlu menghadapi drama waktu tunggu atau kecemasan kehabisan daya di tengah jalan (range anxiety). Kesimpulan Menimbang plus minus dari kedua motor ini membuahkan kesimpulan yang adil dan netral. Jika orientasi utama adalah memangkas ongkos komuter harian secara ekstrem untuk menghemat dompet jangka panjang, Indomobil Emotor Sprinto adalah opsi yang sangat rasional. Namun, bagi yang memiliki mobilitas tinggi, enggan direpotkan oleh manajemen waktu pengisian daya baterai yang lama, serta mengutamakan kepraktisan mutlak, tetap bertahan dengan skutik bensin konvensional seperti Honda Vario 125 masih menjadi pilihan yang paling ideal dan realistis. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang