Raksasa asal Jepang, Honda, memastikan tetap bertahan di pasar China dengan memperpanjang kerja sama patungan (joint venture) bersama Guangzhou Automobile Group (GAC) selama 10 tahun. Kesepakatan yang semula akan berakhir pada 2028 itu diperpanjang hingga 2038. Langkah ini diambil di tengah penurunan penjualan, sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama di segmen kendaraan listrik. Honda dan GAC telah bermitra sejak 1999. Selama lebih dari dua dekade, kolaborasi tersebut menghasilkan penjualan lebih dari 11 juta unit kendaraan di pasar China. PT Honda Prospect Motor (HPM) akan memperkenalkan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) terbaru, Honda Super One, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Penjualan merosot Dikutip Carscoops, dalam lima tahun terakhir, performa Honda di China terus melemah. Pada 2020, Honda masih mampu menjual sekitar 1,62 juta kendaraan melalui GAC Honda dan Dongfeng Honda. Namun pada 2025, total penjualannya menyusut menjadi sekitar 640.000 unit. Sebanyak 340.000 unit berasal dari GAC Honda, sedangkan sisanya disumbang Dongfeng Honda. Meski performanya terus menurun, Honda memilih mempertahankan operasinya di China. Perusahaan menilai pasar otomotif terbesar di dunia itu masih memiliki peran penting dalam strategi jangka panjangnya. Juru bicara Honda mengatakan keputusan memperpanjang kerja sama dengan GAC diambil karena perubahan industri otomotif China berlangsung sangat cepat. "Keberlanjutan bisnis memang membutuhkan kepastian jangka waktu, tetapi pasar otomotif China berubah sangat cepat. Karena itu, kami memutuskan memperpanjang kerja sama ini agar dapat terus mengevaluasi perkembangan lingkungan bisnis," katanya dikutip Rabu (22/7/2026). Perpanjangan kerja sama ini juga memastikan Honda tetap memiliki pijakan di China ketika transisi menuju kendaraan listrik diperkirakan semakin matang dalam satu dekade ke depan. Mobil listrik Honda Ye P7 Tantangan datang dari merek lokal Meski memilih bertahan, Honda masih menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan daya saingnya di China. Selain kondisi pasar yang tengah melambat, produsen otomotif lokal terus memperkuat dominasinya dengan menghadirkan kendaraan berteknologi tinggi, namun dibanderol dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan merek asing. Sebagai bagian dari strategi elektrifikasi, Honda meluncurkan lini kendaraan listrik Ye Series di China pada 2024. Jajaran tersebut mencakup Honda Ye P7 yang diproduksi melalui GAC Honda dan Ye S7 yang dibuat bersama Dongfeng Honda. Kedua model tersebut dikembangkan khusus untuk pasar China dan tidak dipasarkan di negara-negara Barat. Namun, hingga kini kehadirannya belum mampu menarik minat konsumen secara signifikan. Oleh karena itu, Honda dinilai perlu menghadirkan model-model baru yang menawarkan teknologi lebih kompetitif dengan harga yang sesuai ekspektasi konsumen China jika ingin kembali meningkatkan penjualannya di negara tersebut.