GAC AION N60 Kehadiran N60 sekaligus menjadi sinyal regenerasi dari model sebelumnya, yakni Aion Y Plus, yang selama ini cukup populer di segmen ride-hailing maupun konsumen pribadi. Namun, penjualan Y Plus mulai menunjukkan penurunan pada awal 2026, sehingga N60 diharapkan menjadi penerus yang lebih segar secara desain dan teknologi. GULIR UNTUK LANJUT BACA Dilansir dari Carnewschina, Rabu 29 April 2026, secara tampilan, Aion N60 mengusung siluet yang tidak biasa untuk SUV. Garis kap mesin pendek, pilar A yang miring, serta atap melandai membuatnya terlihat seperti perpaduan antara MPV dan crossover. Bagian depan tampil modern dengan lampu LED tipis memanjang yang dipadukan dengan blok lampu utama di bawahnya. Sementara di belakang, desain lampu dibuat menyatu dalam satu garis horizontal.Dimensi mobil ini juga cukup bongsor untuk kelasnya, dengan panjang lebih dari 5,6 meter dan jarak sumbu roda mencapai 2.775 mm. Hal ini memberikan ruang kabin yang lega, mendukung fungsi kendaraan sebagai mobil keluarga maupun armada transportasi berbasis aplikasi.Masuk ke interior, pendekatan minimalis tetap dipertahankan. Panel instrumen digital berukuran 8,88 inci dipadukan dengan layar utama 15,6 inci yang menjadi pusat kontrol berbagai fitur kendaraan. Sistem operasi yang digunakan adalah Adigo 6.0, yang mendukung konektivitas dan pengaturan kendaraan secara digital.Salah satu fitur yang cukup menarik adalah kehadiran kursi penumpang depan model “zero gravity”, yang dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra saat perjalanan jauh. Tak hanya itu, kursi depan juga sudah dilengkapi fitur pemanas, ventilasi, hingga pijat—fitur yang biasanya ditemui di mobil kelas premium.Fitur lain yang melengkapi kabin antara lain wireless charger 50W, sistem pendingin udara otomatis, serta opsi tambahan seperti kulkas kecil, sistem audio 11 speaker, hingga meja lipat untuk penumpang belakang.Di sektor teknologi, Aion N60 sudah dibekali sensor LiDAR dan radar gelombang milimeter 4D. Kombinasi ini memungkinkan mobil menjalankan fitur Navigate On Autopilot (NOA), baik di jalan tol maupun area perkotaan. Artinya, mobil mampu membantu pengemudi dalam navigasi semi-otonom.Untuk performa, Aion N60 menggunakan motor listrik penggerak roda depan dengan tenaga 165 kW atau setara 221 dk. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim berada di kisaran 7,9 hingga 8,5 detik, tergantung varian baterai yang digunakan.Tersedia tiga pilihan baterai berbasis LFP dengan kapasitas berbeda, yang menawarkan jarak tempuh mulai dari 410 km hingga 610 km berdasarkan standar CLTC. Seluruh varian hanya dibedakan oleh kapasitas baterai, sementara fitur lainnya relatif seragam. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di pasar China, harga Aion N60 dibuka mulai 109.800 yuan atau sekitar Rp 250 jutaan. Dengan kombinasi fitur canggih, kabin lega, serta teknologi semi-otonom, model ini menjadi salah satu penantang serius di segmen kendaraan listrik urban.Ke depan, GAC juga dikabarkan tengah menyiapkan varian dengan teknologi baterai swap hasil kerja sama dengan CATL. Versi ini akan menyasar kebutuhan armada ride-hailing yang membutuhkan efisiensi waktu pengisian daya.