Perjalanan jauh dengan mobil listrik kini bukan lagi sekadar uji coba. Akhir pekan lalu, 10 mobil listrik Aion Hyptec membuktikan kemampuannya menempuh rute luar kota dari Jakarta menuju Kuningan, Jawa Barat. Konvoi ini dilakukan oleh Hyptec Owner Club (HOC) dalam kegiatan turing dan camping di Tenjo Laut, kawasan lereng Gunung Ciremai, pada 1–2 November 2025. Rombongan berangkat melalui Tol Trans Jawa, singgah sejenak di Arunika Eatery, salah satu ikon wisata bernuansa Jepang di Kuningan yang tengah populer. Komunitas Hyptec Owner Club (HOC) melakukan touring dan camping di Tenjo Laut, kawasan lereng Gunung Ciremai, pada 1?2 November 2025. Setelah santap siang sambil menikmati panorama alam, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi camping ground di Tenjo Laut yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Menurut Wiey Kho, Ketua HOC, kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tapi juga pembuktian bahwa mobil listrik tangguh untuk aktivitas luar ruangan, termasuk ke pegunungan. Pihaknya ingin menunjukkan bahwa mobil listrik bisa diandalkan bukan cuma di kota, tapi juga di medan menanjak seperti lereng Gunung Ciremai. Komunitas Hyptec Owner Club (HOC) melakukan touring dan camping di Tenjo Laut, kawasan lereng Gunung Ciremai, pada 1?2 November 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Arwani Hidayat, Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (Koleksi), yang juga pemilik mobil listrik Aion Hyptec. Arwani mengatakan, perjalanan semacam ini semakin mudah dilakukan karena SPKLU kini sudah tersebar luas di berbagai daerah. “Tidak perlu khawatir dengan baterai. Selama masih di atas 30 persen, perjalanan aman. Sebelum naik ke pegunungan, cukup isi daya dulu di bawah,” kata Arwani, dalam keterangannya, kepada Kompas.com (4/11/2025). Komunitas Hyptec Owner Club (HOC) melakukan touring dan camping di Tenjo Laut, kawasan lereng Gunung Ciremai, pada 1?2 November 2025. Menariknya, selama di lokasi camping, para peserta tidak bergantung pada sumber listrik eksternal. Aion Hyptec dilengkapi fitur V2L (Vehicle to Load), yang memungkinkan pengguna menyalurkan daya langsung dari mobil untuk berbagai kebutuhan. “Mulai dari penerangan, masak-memasak, sampai bikin air panas, semuanya bisa pakai listrik dari mobil. Total energi terpakai selama 12 jam kurang dari 8 kWh. Jadi, no worry with EV,” ujarnya. Dengan kemampuan seperti ini, mobil listrik kini bukan hanya kendaraan ramah lingkungan di perkotaan, tapi juga teman ideal untuk menjelajah alam dan beraktivitas di luar ruangan. Senyap, efisien, dan serba praktis, begitulah cara baru menikmati perjalanan jarak jauh di era elektrifikasi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.