Persaingan mobil listrik kompak di Indonesia diprediksi bakal semakin ramai. Selain kehadiran Aion UT, pasar Tanah Air juga bersiap menyambut Chery QQ3 EV yang mulai menunjukkan tanda-tanda akan meluncur. Keduanya sama-sama menyasar penggunaan perkotaan, namun menawarkan pendekatan berbeda dari sisi desain, fitur, hingga performa. Lantas, bagaimana perbandingannya? Dimensi dan Desain Aion UT hadir dengan dimensi panjang 4.270 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.575 mm, serta jarak sumbu roda 2.750 mm. Sementara, Chery QQ3 EV, mengutip spesifikasi global, memiliki panjang 4.195 mm, lebar 1.811 mm, tinggi 1.573 mm, dan wheelbase 2.700 mm. Artinya, Aion UT sedikit lebih besar, terutama dari sisi lebar dan jarak sumbu roda yang berdampak pada ruang kabin. Dari sisi desain, Aion UT mengusung filosofi “Urban Trendsetters” dengan tampilan modern dan bersih, serta lampu depan Matrix Cube Light yang khas. Sementara QQ3 EV tampil lebih unik dengan konsep “square within round” dan lampu berbentuk huruf Q. Aion UT Interior dan Fitur Masuk ke kabin, Aion UT menawarkan nuansa modern dan fungsional. Tersedia layar sentuh 14,6 inci dengan dukungan Apple CarPlay, panel instrumen digital 8,8 inci, serta panoramic roof. Kenyamanan penumpang juga didukung ruang kaki lega, ventilasi AC belakang, dan berbagai ruang penyimpanan. Sementara, Chery QQ3 EV menawarkan teknologi kabin yang lebih advanced. Mobil ini dibekali layar sentuh 15,6 inci resolusi 2.5K dengan chip Snapdragon 8155, serta sistem AI Lingxi. Fitur hiburan juga lengkap dengan Apple CarPlay, Huawei HiCar, dan Carlink, serta asisten suara. Bahkan tersedia jok dengan ventilasi dan pemanas. Dari sisi kepraktisan, QQ3 EV unggul dengan banyak ruang penyimpanan, termasuk bagasi depan dan kapasitas bagasi belakang yang fleksibel. Chery QQ3 EV Performa dan Jarak Tempuh Aion UT mengandalkan motor listrik dengan tenaga hingga 150 kW dan torsi 210 Nm. Baterainya tersedia dalam dua opsi, yakni 44,12 kWh dengan jarak tempuh 400 km, serta 60 kWh dengan jangkauan hingga 500 km (NEDC). Sementara QQ3 EV menawarkan dua pilihan motor listrik, yakni 58 kW dan 90 kW dengan penggerak roda belakang. Kapasitas baterainya 29,48 kWh dan 41,28 kWh, dengan jarak tempuh 310 km hingga 420 km (CLTC). Dari sisi performa, Aion UT unggul secara tenaga dan jangkauan, terutama untuk varian baterai terbesar. Aion UT sudah mendukung fast charging hingga 87 kW, terutama pada varian Premium. Sementara QQ3 EV menawarkan pengisian cepat 30–80 persen hanya sekitar 16,5 menit, serta fitur vehicle-to-load (V2L) untuk suplai listrik eksternal. Impresi pertama Aion UT Fitur Keselamatan Aion UT dibekali struktur bodi dengan 71 persen baja berkekuatan tinggi, enam airbag, serta fitur keselamatan aktif seperti AEB, FCW, LDW, BSD, hingga Door Opening Warning. Selain itu, tersedia juga fitur semi-otonom seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist. Sementara QQ3 EV mengandalkan sistem bantuan berkendara Falcon 500 dengan kemampuan bantuan berkendara di jalan tol hingga parkir otomatis. Kesimpulan Secara keseluruhan, Aion UT menawarkan keunggulan dari sisi dimensi, tenaga, serta fitur keselamatan yang lebih lengkap. Di sisi lain, Chery QQ3 EV unggul dalam teknologi kabin, kepraktisan, serta efisiensi pengisian daya. Jika Chery QQ3 EV resmi meluncur di Indonesia, maka pilihan akan kembali pada kebutuhan konsumen apakah mengutamakan performa dan ruang kabin, atau teknologi serta fleksibilitas untuk mobilitas harian di perkotaan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang