Konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran akan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini membuat masyarakat mulai melirik kendaraan dengan biaya operasional lebih hemat. Di Indonesia, pilihan mobil irit biasanya mengarah ke segmen Low Cost Green Car (LCGC) seperti Toyota Agya. Namun, kehadiran mobil listrik seperti Aion UT mulai menjadi alternatif menarik. Lalu, bagaimana perbandingan biaya operasional keduanya jika digunakan harian? Toyota Agya tipe G Konsumsi energi vs konsumsi BBM Berdasarkan pengujian Kompas.com beberapa waktu lalu, Aion UT mencatat konsumsi daya sekitar 17 kWh per 100 km dalam kondisi perkotaan dengan penggunaan normal yaitu AC dan fitur aktif. Jika menggunakan asumsi tarif listrik rumah tangga sekitar Rp 1.700 per kWh, maka hitungan di atas kertas Aion UT membutuhan biaya Rp 28.900 per 100 km. Sedangkan jika menggunakan fast charging (SPKLU), tarif umumnya lebih mahal, pembulatannya sekitar Rp 2.500 per kWh maka membutuhkan biaya Rp 42.500 per 100 km. Sementara itu, Toyota Agya dalam pengujian dalam kota yang pernah dilakukan sejauh 64 km mencatat konsumsi BBM 16,2 km per liter. Angka ini bisa lebih irit jika digunakan di rute yang lebih lancar seperti tol. Artinya, untuk menempuh 100 km, Agya membutuhkan sekitar 6,17 liter. Hitungannya, jika pakai Pertalite, Agya membutuhkan Rp 61.700 per 100 Km. Sedangkan jika pakai Pertamax (Rp 12.300/liter April 2026 membutuhkan Rp 75.900 per 100 km. Aion UT Simulasi biaya per bulan Agar lebih mudah dipahami, misalkan penggunaan mobil rata-rata 1.500 km per bulan atau sekitar 50 km per hari. Aion UT Kebutuhan energi kurang lebih 255 kW. Artinya biaya home charging sekitar Rp 433.500 per bulan. Adapun dengan fast charging di SPKLU kurang lebih sebesar Rp 637.500 per bulan. Toyota Agya Konsumsi BBM Agya kurang lebih 92,6 liter per bulan. Jika memilih pakai bensin RON 90 yaitu Pertalite biayanya setara Rp 926.000 per bulan. Adapun jika Pertamax (RON 92) menjadi Rp Rp 1.138.980 per bulan. Toyota Agya baru di IIMS 2025 Selisih biaya Aion UT (home charging) vs Agya (Pertalite): hemat sekitar Rp 490.000 per bulan Aion UT (fast charging) vs Agya (Pertalite): hemat sekitar Rp 290.000 per bulan Aion UT (home charging) vs Agya (Pertamax): hemat sekitar Rp 700.000 per bulan Aion UT (fast charging) vs Agya (Pertamax): hemat sekitar Rp 500.000 per bulan Catatan penting Meski terlihat jauh lebih hemat, mobil listrik seperti Aion UT tetap memiliki faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti harga beli awal, ketersediaan charging, hingga kebiasaan penggunaan. Sebaliknya, Toyota Agya unggul dari sisi kemudahan pengisian bahan bakar dan harga awal yang lebih terjangkau. Kesimpulan Dari sisi biaya operasional Aion UT lebih hemat dibanding Toyota Agya, terutama jika digunakan secara rutin setiap hari. Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing pengguna. Jika mengutamakan efisiensi biaya harian, mobil listrik unggul. Tapi jika mempertimbangkan kemudahan dan fleksibilitas, mobil bensin tetap relevan. - Hasil perhitungan ini bersifat simulasi dan dapat berbeda di lapangan. *Hitungan hanya perkiraan*Kondisi nyata bisa berbeda*Hasil bisa berbeda pada tiap orang KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang