Pasar mobil listrik ringkas di Indonesia terus menghangat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang efisien dan mudah digunakan di perkotaan. Model EV ringkas kini mulai dilirik karena menawarkan kemudahan manuver, konsumsi energi hemat, dan biaya operasional yang relatif lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Di tengah meningkatnya persaingan tersebut, dua model yang cukup banyak menarik perhatian adalah GAC Aion UT dan GWM Ora 03. Keduanya bermain di segmen yang sama, namun membawa pendekatan berbeda dalam menyajikan mobilitas listrik untuk pemakaian harian. Test drive GWM Ora 03 GWM Ora 03 tampil sebagai opsi bagi konsumen yang menginginkan performa lebih kuat. Mobil ini dibekali motor listrik 105 kW (143 PS) dengan torsi 210 Nm, angka yang membuat akselerasinya terasa lebih sigap, terutama di kecepatan menengah. Aion UT Karakter tenaga tersebut memberi pengalaman berkendara yang lebih hidup, cocok untuk pengguna yang menginginkan EV dengan respons gesit. Sementara itu, GAC Aion UT menyiapkan dua varian yang sudah dipastikan hadir di pasar Indonesia. Interior GWM Ora 03 Varian Standard membawa motor listrik 100 kW (134 PS) dengan torsi 145 Nm, sedangkan varian Premium mengusung motor lebih besar 150 kW (201 PS) dan torsi 210 Nm. Meski memiliki tenaga lebih besar pada tipe tertinggi, Aion UT tetap dirancang dengan fokus pada efisiensi dan kenyamanan berkendara. Tenaga disalurkan secara halus dan stabil, membuatnya lebih cocok untuk penggunaan harian di kota-kota besar yang padat. Untuk urusan jarak tempuh, keduanya menawarkan angka yang relatif sebanding. GWM Ora 03 dibekali baterai 47,8 kWh dengan klaim perjalanan sekitar 400 km. Aion UT menyediakan dua pilihan baterai, yakni 44 kWh untuk jarak tempuh 400 km, serta 60 kWh untuk jarak hingga 500 km. Angka tersebut menggunakan standar NEDC/CLTC yang biasanya lebih tinggi dari kondisi pemakaian sebenarnya, namun tetap memberi gambaran kapasitas baterai masing-masing model. Perbedaan lain terlihat pada aspek biaya kepemilikan. GAC Aion UT hadir dengan dua pilihan harga yang lebih terjangkau, yaitu Rp 325 juta untuk varian Standard dan Rp 363 juta untuk varian Premium. Dengan banderol tersebut, Aion UT menawarkan nilai efisiensi energi dan biaya operasional yang lebih ringan, sehingga dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan pengeluaran bulanan rendah. Di sisi lain, GWM Ora 03 dipasarkan sekitar Rp 379 juta. Meski berada di posisi harga sedikit lebih tinggi, model ini mengimbangi dengan tenaga lebih besar serta desain yang lebih ekspresif, menyasar konsumen yang mencari karakter berbeda dari mobil listrik ringkas. Secara umum, baik GAC Aion UT maupun GWM Ora 03 memiliki keunggulan masing-masing sesuai kebutuhan penggunanya. Aion UT menonjol dalam hal efisiensi dan biaya penggunaan yang lebih ramah, sementara Ora 03 lebih kuat dari sisi performa dan tampilan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang