Persaingan industri otomotif China yang semakin ketat mulai mendorong perubahan besar. Pemerintah China dikabarkan mendorong konsolidasi perusahaan otomotif milik negara, dengan FAW Group dan GAC Group menjadi dua nama terbaru yang berpotensi bergabung. FAW Group tengah menjajaki rencana mengambil sebagian saham GAC Group. Kabar tersebut bahkan membuat GAC mengumumkan penghentian sementara perdagangan sahamnya sebelum pasar dibuka. Dilansir dari CarNewsChina, Senin (14/9/2026), mengutip dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut, rencana itu didorong oleh regulator China. Salah satu skenario yang dibahas adalah FAW memperoleh kepemilikan saham melalui mekanisme alokasi aset. Jika terealisasi, maka langkah tersebut akan menciptakan hubungan kepemilikan antara dua raksasa otomotif milik negara tersebut. Namun, struktur transaksi dan besaran saham yang akan dikuasai FAW masih dalam pembahasan. Kedua perusahaan juga belum mengumumkan rincian rencana tersebut secara resmi. Tekanan Industri Otomotif China Rencana konsolidasi muncul ketika produsen mobil China menghadapi persaingan domestik yang semakin keras, terutama setelah berkembang pesatnya kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). GAC menjadi salah satu perusahaan yang menghadapi tekanan cukup besar. Sepanjang 2025, grup yang berbasis di Guangzhou tersebut menjual 1,72 juta kendaraan, turun 14,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan GAC turun 10,43 persen menjadi 95,7 miliar yuan. Perusahaan juga berbalik membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar 8,78 miliar yuan. Tekanan berlanjut pada semester pertama 2026. Kerugian bersih GAC meningkat 75,98 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya menjadi 4,47 miliar yuan. FAW juga menghadapi tantangan untuk mempercepat transformasi bisnisnya. Produksi perusahaan yang bermarkas di Changchun tersebut tercatat 3,31 juta kendaraan pada 2025, turun dibandingkan 3,73 juta unit pada 2020. Porsi kendaraan energi baru juga masih relatif kecil, hanya sekitar 13,5 persen dari keseluruhan produksi FAW. Sebagai salah satu upaya memperkuat bisnis elektrifikasi, FAW sebelumnya menandatangani kesepakatan investasi strategis dengan Leapmotor pada akhir 2025. Beijing Dorong Merger Produsen Mobil Potensi masuknya FAW ke GAC bukan langkah yang berdiri sendiri. Pemerintah China memang tengah mendorong restrukturisasi perusahaan otomotif milik negara. Pada Maret 2025, State-owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC) menyerukan restrukturisasi strategis produsen mobil BUMN untuk meningkatkan konsentrasi industri sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya. Dorongan tersebut kembali diperkuat pada 11 September 2026. Sembilan lembaga pemerintah, termasuk Ministry of Industry and Information Technology (MIIT), menerbitkan rencana pengembangan industri kendaraan energi baru pintar dan terkoneksi untuk periode lima tahun berikutnya. Salah satu arah kebijakannya adalah mendorong merger dan akuisisi secara legal, termasuk integrasi perusahaan lintas wilayah. FAW dan GAC dinilai memiliki sejumlah bisnis yang dapat saling melengkapi. Salah satunya berada di sektor kendaraan komersial melalui FAW Jiefang, segmen yang relatif tidak sekuat bisnis kendaraan penumpang GAC. Keduanya juga mempunyai hubungan erat dengan Toyota melalui perusahaan patungan masing-masing di China. Integrasi berpotensi membuka peluang optimalisasi kapasitas produksi dan sumber daya di tengah melemahnya penjualan Toyota di pasar China. Meski demikian, proses konsolidasi dua perusahaan besar tersebut diperkirakan tidak sederhana. Restrukturisasi lintas wilayah akan melibatkan pemerintah daerah, regulator pusat, serta kepentingan bisnis masing-masing perusahaan. China sebelumnya juga sempat mendorong konsolidasi antara Dongfeng dan Changan. Namun, rencana penyatuan dua kelompok otomotif besar tersebut pada akhirnya tidak terealisasi. Jika FAW dan GAC berhasil melanjutkan proses integrasi, langkah ini bisa menjadi sinyal dimulainya babak baru konsolidasi industri otomotif China, setelah beberapa tahun terakhir pasar dipenuhi puluhan merek yang bertarung ketat dalam harga, teknologi, dan kendaraan elektrifikasi.