Sebanyak 2.173 anak usia 5 hingga 9 tahun di berbagai daerah di Indonesia diajak mempelajari budaya keselamatan berlalu lintas oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Kegiatan yang berlangsung dalam menyambut Hari Anak Nasional 2026 dengan menggandeng jaringan Main Dealer Honda serta Kepolisian ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter sejak usia dini, sekaligus investasi jangka panjang untuk mewujudkan budaya keselamatan berlalu lintas di Indonesia. Anak-anak pada rentang usia tersebut mulai aktif menjadi pengguna jalan, baik sebagai pejalan kaki, pesepeda, maupun penumpang sepeda motor. Berangkat dari kondisi tersebut, AHM menghadirkan edukasi yang dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak agar memahami pentingnya keselamatan lalu lintas sejak usia dini. General Manager Marketing Planning & Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan, membangun budaya keselamatan tidak dapat dimulai ketika seseorang sudah menjadi pengendara. Menurutnya, nilai-nilai keselamatan perlu diperkenalkan sejak dini melalui interaksi dan edukasi lalu lintas agar tumbuh menjadi karakter yang melekat sepanjang hidup. "Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan beraktivitas dengan aman. Melalui edukasi keselamatan sejak usia dini, kami ingin menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi bagian dari karakter mereka hingga dewasa," ujarnya, Jumat (24/7/2026). Materi Edukatif Kegiatan ini diikuti oleh 824 anak usia dini dan 1.349 pelajar sekolah dasar. Melalui instruktur safety riding Honda di seluruh Indonesia, kegiatan edukasi dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Demikian pula materi keselamatan dikreasikan agar lebih mudah dipahami serta memberikan pengalaman belajar yang positif bagi anak-anak. Cara AHM sambut Hari Anak Nasional 2026 Para peserta mendapatkan berbagai materi keselamatan berlalu lintas. Hal paling mendasar yakni mengenali area berjalan kaki yang aman saat berada di jalan raya. Kemudian dilanjutkan dengan teknik menyeberang dan melewati berbagai kondisi jalan. Kebiasaan anak-anak yang mulai menggunakan sepeda juga mendapatkan perhatian agar tetap tertib saat berada di jalan. Selain itu, dilakukan pula pengenalan rambu-rambu lalu lintas hingga posisi yang benar dan aman saat menjadi pembonceng sepeda motor. Edukasi Berkelanjutan Sepanjang semester I 2026, AHM bersama jaringannya telah mengedukasi 486.739 orang yang terdiri dari 10.341 anak usia prasekolah, 146.173 pelajar, 150.307 pekerja, dan 179.918 masyarakat umum. AHM juga terus memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada berbagai kelompok masyarakat karena budaya keselamatan hanya dapat terbangun melalui keterlibatan seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga dunia usaha. Yayasan Astra Honda Motor mengajak anak muda kampanyekan safety riding lewat video pendek kreatif di TikTok, Instagram, dan YouTube. "Bagi kami, membangun budaya keselamatan bukan hanya melahirkan pengguna jalan yang lebih tertib, tetapi juga merupakan investasi untuk masa depan bangsa melalui generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain," ujar Andy.