Gelaran Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN) telah memasuki penyelenggaraan yang ke-17 kalinya. Skala kompetisi ini pun terbilang masif, menyaring lebih dari 9.000 peserta dari garda terdepan diler resmi hingga akhirnya tersisa belasan finalis di tingkat nasional. Namun, di tengah investasi besar yang digelontorkan untuk pelatihan dan pelaksanaan acara, muncul satu pertanyaan, apakah ajang uji kompetensi layanan seperti KLHN ini benar-benar memberikan dampak langsung terhadap angka penjualan sepeda motor Honda di Indonesia? KLHN 2026: AHM Dorong Transformasi Layanan Berbasis Empati Bukan Sekadar Kompetisi, Tempat Saling "Sharing" Menjawab hal tersebut, General Manager Honda Customer Care Center (HC3) AHM Antok Yuniarso menegaskan bahwa para peserta yang berhasil lolos ke Jakarta tidak hanya datang untuk sekadar berkompetisi memperebutkan trofi. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang belajar bersama bagi para garda terdepan dari berbagai wilayah. "Kami menyediakan satu sesi forum untuk mereka diskusi dan sharing pengalaman. Jadi, kalau ada suatu kendala di lapangan, mereka berbagi solusi tentang bagaimana cara mengatasinya. Sepulang dari sini, mereka membawa insight baru untuk diterapkan di wilayah masing-masing," ujar Antok di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Dengan pemerataan kemampuan dan peningkatan standar pelayanan di diler, AHM berharap fondasi utama bisnis mereka bisa terus terjaga dan meningkat. Menjaga Loyalitas Ketika kepuasan konsumen terpenuhi lewat pelayanan yang prima dan empati yang tulus, efek dominonya adalah terbentuknya loyalitas jangka panjang. Loyalitas inilah yang dinilai menjadi benteng pertahanan terkuat Honda di tengah semakin ketatnya persaingan industri sepeda motor tanah air. Antok memaparkan bahwa terdapat rantai hubungan yang saling berkaitan erat antara peningkatan kompetensi SDM dan performa penjualan di diler. Menurutnya, peningkatan kompetensi melalui transfer ilmu pasca-kontes secara otomatis akan mengerek naik standar pelayanan di seluruh jaringan resmi. Standar pelayanan yang prima ini kemudian melahirkan kepuasan mendalam yang membuat konsumen menjadi loyal. Pada akhirnya, loyalitas inilah yang mendorong konsumen melakukan pembelian berulang di masa mendatang, sekaligus merekomendasikan produk Honda dari mulut ke mulut kepada keluarga, teman, hingga calon konsumen baru. "Kami berharap dengan kepuasan yang baik, mereka menjadi loyal sehingga nanti akan kembali lagi untuk membeli Honda. Ditambah lagi jika ada konsumen baru yang masuk berkat rekomendasi tersebut, kami berharap penjualannya makin lama makin banyak," tambah Antok.