Marc Marquez masih harus berdamai dengan kondisi fisiknya meski telah kembali kompetitif di lintasan MotoGP. Juara dunia tujuh kali itu mengakui cedera pada bahu kanannya membuat ia harus lebih berhati-hati dan jadi jarang bermain padel. Pebalap Ducati tersebut memiliki riwayat cedera serius pada lengan dan bahu kanan. Pada Grand Prix Spanyol 2020, Marquez mengalami patah tulang humerus kanan akibat kecelakaan yang kemudian memaksanya menjalani empat operasi besar dalam kurun waktu dua tahun. Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP) Setelah melewati periode panjang pemulihan, Marquez kembali menghadapi masalah pada bagian tubuh yang sama. Ia mengalami patah tulang bahu kanan yang cukup rumit setelah mengalami kecelakaan pada Grand Prix Indonesia pada Oktober tahun lalu. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Marquez memastikan gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya. Menyesuaikan Kondisi Tubuh Cedera bahu itu turut memengaruhi penampilannya pada awal musim MotoGP 2026. Pebalap asal Spanyol tersebut bahkan sempat mengalami masalah saraf yang belum terdiagnosis. Pebalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez mengendarai motornya dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Marquez kemudian menjalani operasi lanjutan pada Mei. Sejak kembali, performanya perlahan membaik dengan meraih tiga kemenangan grand prix dan memangkas selisih poin dari 102 menjadi 40 poin menjelang seri Aragon akhir pekan ini. Marquez mengungkapkan bahwa kondisinya saat ini masih memiliki sejumlah keterbatasan. Meski demikian, ia berusaha menyesuaikan diri agar tetap mampu tampil kompetitif. “Saya memiliki beberapa keterbatasan, tetapi untungnya, saya dapat menyesuaikan gaya berkendara saya dan tetap kompetitif saat ini. Tidak seperti yang saya inginkan, karena saya merasa bisa melakukan lebih banyak. Tetapi cukup untuk berjuang memperebutkan posisi teratas," ujar Marquez, dikutip dari Crash.net, Rabu (26/8/2026). Marc Marquez mencoba berbagai pembaruan pada motornya di tes resmi Jerez 2026. “Dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak memiliki banyak keterbatasan fisik jika saya merawatnya dengan benar. Saya lebih sering pergi ke fisioterapis daripada yang saya inginkan," kata Marquez. Menurutnya, itulah satu-satunya cara untuk menjalani kehidupan normal. Dia harus sangat berhati-hati untuk tidur miring ke kiri atau telentang di malam hari. “Saya sering bermain padel, tetapi tidak lagi dengan lengan kanan saya. Saya mencoba belajar bermain dengan lengan kiri saya, tetapi itu tidak mungkin,” ujarnya. Cedera Masih Membayangi Kondisi bahu kanan Marquez memang belum sepenuhnya pulih seperti sebelum mengalami serangkaian cedera. Menjelang Grand Prix Inggris pada awal bulan ini, ia mengakui bahwa kondisi tersebut merupakan sesuatu yang harus diterimanya. Marquez kini memilih fokus untuk beradaptasi dengan kondisi fisik yang dimilikinya. Tantangan itu terlihat pada Grand Prix Inggris di Silverstone. Marquez hanya mampu mengumpulkan total 10 poin dari dua balapan yang berlangsung pada akhir pekan tersebut. Sebuah video di balik layar yang dirilis Ducati bahkan memperlihatkan betapa beratnya kondisi yang harus dihadapi Marquez. Dalam rekaman itu, ia disebut "tidak memiliki kendali" atas lengannya selama menjalani grand prix. Meski demikian, perjalanan Marquez di MotoGP masih akan berlangsung cukup panjang. Ia telah memastikan masa depannya bersama Ducati setelah menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun. Kontrak tersebut membuat Marc Marquez akan tetap membalap di kelas utama hingga akhir musim 2028, sembari terus beradaptasi dengan kondisi bahu kanan yang masih membutuhkan perhatian khusus.