Pebalap Ducati Marc Marquez mengaku kondisi fisiknya masih menjadi tantangan terbesar dalam persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Menurut dia, ancaman utama bukan berasal dari para rival, melainkan kemampuannya untuk terus tampil kompetitif hingga akhir musim. Peluang Marquez sempat dianggap menipis usai MotoGP Italia. Saat itu, juara dunia bertahan tersebut tertinggal 102 poin dari pemuncak klasemen akibat awal musim yang diwarnai cedera. Namun, situasi berubah setelah Marquez meraih kemenangan di MotoGP Hungaria. Ia berhasil memangkas selisih poin setelah Marco Bezzecchi, yang sebelumnya memimpin klasemen, gagal meraih hasil maksimal dalam beberapa seri terakhir. Menjelang MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring akhir pekan ini, jarak Marquez dengan Bezzecchi kini tinggal 40 poin. Saat ini persaingan gelar juga semakin ketat karena hanya terpaut 63 poin antara delapan pebalap teratas klasemen sementara. Meski demikian, Marquez mengaku tidak terlalu memikirkan siapa rival terberatnya musim ini. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) "Rival terbesar saya, atau yang paling saya khawatirkan, adalah kondisi fisik saya," kata Marquez, dikutip dari Crash.net, Kamis (10/7/2026). Menurut dia, selama kondisi fisiknya terus membaik, peluang untuk bersaing memperebutkan gelar masih terbuka. "Yang lain saya tidak terlalu peduli. Memang mereka sangat cepat, tetapi lawan utama saya adalah bagaimana saya bisa terus meningkatkan level performa di balapan-balapan berikutnya," ujarnya. Ingin Bertarung Perebutkan Podium Marquez mengatakan, pendekatan yang akan diterapkannya di Sachsenring berbeda dengan saat tampil di MotoGP Belanda di Assen. Ia ingin memanfaatkan sesi latihan bebas pertama (FP1) untuk memahami kondisi motor sekaligus mengukur daya saingnya. "Memang benar di Assen mentalitasnya berbeda. Di sini saya memulai sejak FP1 untuk memahami seperti apa level kami. Tapi saya ingin bertarung memperebutkan podium," kata Marquez. Sachsenring merupakan salah satu sirkuit favorit Marquez. Pebalap asal Spanyol itu sudah mengoleksi sembilan kemenangan MotoGP di lintasan tersebut. Meski kondisi bahu kanannya belum pulih sepenuhnya, karakter Sachsenring yang didominasi tikungan ke kiri membuat Marquez kembali dijagokan menjadi kandidat kuat peraih kemenangan. Menanggapi hal itu, Marquez mengaku sudah terbiasa menghadapi ekspektasi tinggi setiap kali tampil di MotoGP Jerman. "Kalau Anda meraih hasil bagus, orang akan bilang, 'Ya memang ini sirkuitnya dia'. Tapi kalau tidak berhasil, itu dianggap bencana. Saya bisa menghadapi hal seperti itu dan hanya berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya. Marco Bezzecchi saat sesi tes di Sirkuit Aragon Tiga Nama Pebalap Kompetitif Menurut Marquez Marquez juga menilai ada tiga pebalap yang saat ini tampil paling kompetitif dalam perebutan gelar, yakni Marco Bezzecchi, Jorge Martin, dan Fabio Di Giannantonio. "Saya tetap dengan mentalitas saya. Tiga balapan lalu semuanya terasa sudah berakhir. Sekarang saya kembali dalam persaingan, jadi mari kita lihat apakah akhir pekan ini kami bisa menjalani balapan yang hebat," kata Marquez. Di akhir sesi wawancara, Marquez mendapat pertanyaan mengenai pilihannya antara terus memenangi balapan tanpa lagi menjadi juara dunia atau meraih tiga gelar dunia beruntun tanpa sekalipun menang balapan. Pebalap berusia 33 tahun itu tanpa ragu memilih gelar juara dunia. "Gelar tetaplah gelar. Kemenangan memang kemenangan, tetapi tentu saya memilih gelar juara," ujar Marquez. Meski begitu, ia menilai skenario tersebut hampir mustahil terjadi. "Tapi itu tidak akan terjadi, tenang saja. Tiga gelar berturut-turut? Saya bukan Superman. Saya baik-baik saja, performa saya bagus, tetapi saya bukan Superman."