Banyak pembaca penasaran dengan kabar Marc Marquez yang disebut meminta klausul pensiun dalam kontrak barunya bersama Ducati. Selain itu, isu mobil bermesin di atas 1.400 cc dilarang mengisi Pertalite juga ramai menyita perhatian. Berita lain yang tak kalah menjadi sorotan ialah fakta baru yang diungkap KNKT terkait kecelakaan KRL dengan taksi online. Untuk lebih lengkapnya, berikut kumpulan artikel otomotif terpopuler pada Jumat (22/5/2026): Pebalap Spanyol Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengendarai motornya dalam sesi Practice di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 27 Februari 2026, menjelang Grand Prix MotoGP Thailand. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) 1. Marc Marquez Minta Klausul Pensiun di Kontrak Baru Marc Marquez dikabarkan meminta Ducati memasukkan klausul yang mengizinkannya untuk pensiun tanpa harus menghadapi penalti atau konsekuensi hukum apa pun. Salah satu poin krusial dalam negosiasi tersebut adalah keinginan Marquez untuk mendapatkan kontrak berdurasi 1+1 tahun. Opsi ini memberikan fleksibilitas bagi Marquez untuk hengkang pada akhir 2027 jika dirinya gagal bersaing di barisan depan, atau jika performa motor Ducati kedodoran saat regulasi baru mesin 850cc diterapkan. Tangkapan layar. Pertamina Buka Suara soal SPBU di Antasari Tak Lagi Jual Pertalite per 1 Mei 2026. 2. Isu Mobil 1.400 cc ke Atas Dilarang Isi Pertalite, Ini Kata Pertamina Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Robert Dumatubun mengatakan, pada prinsipnya pihaknya akan mengikuti setiap kebijakan pemerintah terkait sektor energi, termasuk apabila nantinya ada aturan baru mengenai distribusi BBM subsidi. “Pada prinsipnya Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha/operator yang berada di bawah pemerintah akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator,” ujar Robert kepada Kompas.com, Jumat (22/5/2026). Meski demikian, Robert belum memberikan jawaban pasti terkait kabar larangan mobil bermesin di atas 1.400 cc membeli Pertalite. Bengkel konversi motor listrik di Solo, bisa mengajukan subsidi Rp 10 juta dari pemerintah 3. Wacana Konversi 120 Juta Motor, Biaya Harus Murah Rencana ambisius pemerintah untuk mengonversi 120 juta unit sepeda motor konvensional (berbasis BBM) menjadi sepeda motor listrik terus menuai sorotan. Langkah strategis ini dinilai memerlukan cetak biru (blueprint) yang matang, bukan sekadar target di atas kertas. Pengamat otomotif nasional, Bebin Djuana, mengatakan, jika pemerintah ingin melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi listrik, diperlukan persiapan yang benar-benar matang, mulai dari pelatihan keterampilan. BYD Atto 3 generasi terbaru 4. Generasi Terbaru BYD Atto 3 Meluncur, Cek Ubahan dan Spesifikasinya Produsen otomotif asal China, BYD, resmi meluncurkan generasi ketiga dari crossover listrik andalannya, Atto 3, di pasar domestik Tiongkok, Kamis (21/5/2026). Atto 3 yang juga dipasarkan di Indonesia ini mengalami cukup banyak ubahan. Dikutip dari Carnewschina.com, Kamis (21/5/2026), BYD membanderol mobil ini dengan harga yang cukup kompetitif, mulai dari 119.900 yuan hingga 149.900 yuan, atau setara dengan Rp 265 jutaan sampai Rp 331 jutaan (kurs 1 yuan = Rp 2.213). Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. 5. KNKT Ungkap Fakta Baru Kecelakaan KRL vs Taksi Online Soerjanto Tjahjono, Ketua KNKT, dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi V, Kamis (21/5/2026), mengatakan, berdasarkan data dari on board unit (OBU), taksi tersebut tidak mengalami gangguan sistem sebelum kecelakaan terjadi. Menurut temuan dari KNKT, pengemudi berulang kali mencoba mematikan atau menyalakan kendaraan dengan menekan tombol start/setop, namun tidak memindahkan mode transmisi ke posisi D untuk bergerak dan mode transmisi tetap berada pada posisi P. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang