Marc Marquez memang gagal finis di posisi lima besar pada MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Namun, bagi pebalap Ducati Lenovo tersebut, hasil balapan bukanlah hal yang paling penting pada akhir pekan ini. Setelah menjalani operasi ganda dan absen dalam beberapa seri, Mugello menjadi ajang pembuktian bagi Marquez untuk melihat sejauh mana kondisi fisiknya telah pulih. Hasilnya, juara dunia sembilan kali itu mengaku merasakan perkembangan positif, terutama pada bahu kanannya yang selama ini menjadi sumber masalah. Marquez mengatakan, untuk pertama kalinya ia bisa menjalani balapan tanpa merasakan mati rasa pada bagian bahu. “Bagi saya, hal yang paling penting adalah rasa mati itu sudah tidak ada lagi,” kata Marquez, dikutip dari Crash, Minggu (31/5/2026). Menurut dia, operasi yang dijalaninya berhasil memberikan perubahan yang selama ini diharapkan. “Saya merasakan sensasi baru pada lengan saya. Itu adalah hal terpenting dan memang menjadi tujuan dari operasi yang saya jalani,” ujar Marquez. Masih Kompetitif Pada MotoGP Italia, Marquez sebenarnya tampil cukup kompetitif. Setelah mengamankan posisi start keempat saat kualifikasi, pebalap asal Spanyol tersebut sempat terlibat pertarungan sengit dengan Pedro Acosta. Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. Namun memasuki lap-lap akhir, kondisi fisik mulai memengaruhi performanya. Marquez harus mengakui keunggulan Acosta, bahkan kehilangan posisi dari Ai Ogura dan Fabio Di Giannantonio. Meski demikian, Marquez mengaku puas karena mampu bertarung hingga penghujung balapan. Sebab sebelum turun di Mugello, ia belum mengetahui bagaimana kondisi bahunya akan bereaksi setelah menjalani satu akhir pekan penuh. “Saya hanya memberikan segalanya sampai tubuh dan lengan kanan saya mengatakan, 'cukup',” kata Marquez. Ia mengaku sempat merasa sangat kelelahan saat balapan berlangsung. Bahkan ketika melihat papan informasi dari tim, masih tersisa 10 lap yang harus diselesaikan. “Saat itu ada sedikit rasa frustrasi, tetapi saya tetap berusaha bertarung,” ujarnya. Marquez menyadari peluang mempertahankan posisi semakin sulit. Namun, ia tetap berusaha memberikan perlawanan hingga batas kemampuannya. “Saya tahu mungkin akan kalah dalam pertarungan itu, tetapi saya tetap mencoba memberikan perlawanan semaksimal mungkin,” kata dia. Pebalap MotoGP Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam MotoGP Jepang 2025 di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 28 September 2025. (Foto oleh Toshifumi KITAMURA / AFP) Adaptasi dan Rehabilitasi Bagi Marquez, keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian MotoGP Italia menjadi modal penting untuk menghadapi balapan berikutnya. Ia juga menilai proses adaptasi dan rehabilitasi di atas motor berjalan sesuai harapan. Selain kondisi bahu, Marquez turut menyinggung cedera kaki yang dialaminya setelah kecelakaan di Le Mans. Namun menurut dia, cedera tersebut tidak terlalu mengganggu dibandingkan masalah yang terjadi pada bahunya. “Cedera kaki itu tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang saya rasakan pada bahu,” kata Marquez. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah siap tampil sejak seri Catalunya di Montmelo. Namun, kondisi bahu tetap menjadi perhatian utama tim dan dirinya sendiri. “Kaki kanan saya memang belum 100 persen pulih, tetapi itu tidak menjadi batasan saat mengendarai motor,” ujar Marquez. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang