Pebalap tim pabrikan Ducati Lenovo, Marc Marquez, memastikan diri bakal turun pada seri MotoGP Italia di Sirkuit Mugello akhir pekan ini. Meski baru saja menjalani operasi, pebalap asal Spanyol tersebut memilih untuk tetap mengendarai motor ketimbang berdiam diri di rumah. Marquez menjelaskan bahwa keputusan untuk tetap balapan ini diambil setelah dirinya melakukan analisis mendalam bersama tim dokter dan fisioterapis pribadinya. Mantan juara dunia ini sadar betul bahwa kondisi fisiknya belum 100 persen pulih pasca-operasi. "Kami paham, sekarang itu memang baru saja selesai operasi. Langkah yang paling tepat sekarang, kami butuh waktu," ujar Marquez dikutip dari transkrip wawancara resmi MotoGP, Jumat (29/5/2026). Mengembalikan Mental Pebalap dengan nomor start 93 ini menambahkan, pendekatan mental yang benar menjadi kunci utamanya saat ini. Dia tidak ingin terburu-buru dan memilih untuk meningkatkan performanya secara bertahap di setiap sesi. Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. "Waktu di atas motor, pakai pendekatan mental yang benar. Coba terus improve setiap sesi, ingat kalau ada akhir pekan lain ke depan (seri selanjutnya). Saya coba selangkah demi selangkah. Karena kalau alami cedera di saraf, butuh waktu untuk bisa normal lagi," kata dia. Lebih lanjut, Marquez mengungkapkan bahwa masalah utama yang mengganggunya selama beberapa bulan belakangan bukanlah cedera kaki setelah MotoGP Perancis, melainkan area bahu. Cedera bahu tersebut kembali kambuh setelah dirinya mengalami kecelakaan fatal di Indonesia pada musim 2025 lalu. "Kaki itu sepele, tapi lebih ke bahu. Ini yang membatasi saya selama balapan beberapa bulan ke belakang. Di 2025 saya bisa juara, tapi saat crash di Indonesia, kena bahu saya yang di mana itu titik terlemah saya," ucap Marquez. Meskipun dokter menyatakan masalah sarafnya sudah teratasi pasca-operasi, Marquez mengaku rasa sakit yang sesungguhnya baru benar-benar menguji fisik ketika dia memacu motor Desmosedici GP andalannya di atas lintasan balap, bukan saat latihan biasa. Kendati demikian, Marquez menegaskan tidak takut untuk terus mencoba. Baginya, berdiam diri di rumah untuk pemulihan adalah pilihan yang mudah, namun dia memilih jalan yang lebih menantang demi mengembalikan kecepatan berkendaranya. Menatap sisa musim ini, Marquez secara realistis mencoret target untuk memperebutkan gelar juara dunia. Saat ini, fokus utamanya adalah jangka panjang, yakni menyelamatkan karier balapnya di MotoGP. "Kalau saya punya mental bisa juara tahun ini, saya akan cedera lagi. Jadi sekarang bukan itu yang tepat. Sekarang, mentalnya adalah rebuild my future (membangun kembali masa depan saya). Karena dengan balapan yang baik, saya bisa terus balapan," kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang