Marc Marquez berpeluang memecahkan sejumlah rekor bergengsi di MotoGP. Apalagi dia sudah memperpanjang kontraknya bersama Ducati selama dua musim. Saat ini, Marquez hanya membutuhkan satu gelar juara dunia lagi untuk menyamai rekor delapan gelar MotoGP milik Giacomo Agostini. Selain itu, ia juga tinggal memburu 14 kemenangan tambahan untuk menyamai torehan 89 kemenangan yang masih dipegang Valentino Rossi. Meski memiliki peluang besar mencatatkan sejarah, Marquez menegaskan bahwa target terbesarnya bukanlah mengejar rekor maupun statistik. Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP) "Ambisi terbesar saya adalah menikmati gairah saya di tahun-tahun terakhir karier saya," kata Marquez dikutip dari Crash, Minggu (5/7/2026). "Terkadang ada atlet yang mengakhiri kariernya dengan membenci olahraga atau gairah yang mereka miliki. Biasanya itu terjadi karena di tahun-tahun terakhir mereka harus menghadapi cedera, tekanan, atau hasil yang buruk," ujarnya. Pebalap berusia 33 tahun menekankan baha dia ingin lebih menikmati tahun-tahun terakhir sebagai pebalap sebelum akhirnya pensiun. "Yang ingin saya lakukan hanyalah menikmati beberapa tahun terakhir dalam karier saya, dan itu akan menjadi target utama saya," ujarnya. Marc Marquez saat berlaga pada MotoGP Thailand 2026 Ducati Meski demikian Marquez juga menegaskan bahwa kontrak berdurasi dua tahun bersama Ducati belum tentu menjadi kontrak terakhirnya di MotoGP. Dia hanya ingin memastikan masa-masa akhir kariernya dikenang sebagai periode yang menyenangkan, bukan penuh tekanan. "Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi kontrak terakhir saya atau tidak. Namun, saya ingin mengingat tahun-tahun terakhir karier saya dengan cara yang baik," ujarnya. Di sisi lain, Marquez memastikan semangatnya untuk bersaing di level tertinggi tidak berubah. Ia tetap ingin tampil kompetitif dan memberikan performa terbaik setiap kali turun ke lintasan. "Tentu saja saya selalu ingin tetap kompetitif dan memberikan kemampuan 100 persen. Kami masih punya waktu untuk memikirkan target performa pada musim dingin nanti," kata Marquez. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Rekor Agostini Secara matematis, Marquez belum mungkin menyamai rekor 89 kemenangan Valentino Rossi pada musim ini. Namun peluangnya untuk menyamai koleksi delapan gelar juara dunia milik Giacomo Agostini masih terbuka. Setelah menjalani awal musim yang tidak mudah, termasuk harus menjalani operasi lanjutan pada bahunya usai MotoGP Prancis di Le Mans, performa Marquez perlahan kembali membaik. Menjelang MotoGP Jerman akhir pekan depan, pebalap Ducati itu kini hanya terpaut 42 poin dari pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin. Dengan sisa balapan yang masih cukup panjang, peluang Marquez untuk kembali merebut gelar juara dunia musim ini masih terbuka.