Pedro Acosta mengungkap insiden besar yang melibatkan dirinya dan Alex Marquez pada MotoGP Catalunya 2026 dipicu masalah kelistrikan pada motor KTM miliknya. Saat itu Acosta tengah memimpin balapan sebelum motornya tiba-tiba kehilangan tenaga ketika keluar dari Tikungan 9 menuju lintasan lurus belakang. Dalam kondisi membuka gas penuh, motor KTM milik Acosta mendadak tidak merespons. Laju motornya pun melambat drastis hingga Alex yang berada tepat di belakang tidak sempat menghindar. Benturan keras pun tak terelakkan. ???? @37_pedroacosta working hard to keep the lead #CatalanGP ???? pic.twitter.com/3kzB7yjYjn — MotoGP™???? (@MotoGP) May 17, 2026 Akibat kecelakaan tersebut, Marquez mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta selamat tanpa cedera serius. “Saya mengalami masalah kelistrikan. Di lintasan lurus, motor tiba-tiba kehilangan tenaga. Dari posisi gas penuh, tiba-tiba tidak ada respons sama sekali,” ujar Acosta kepada TNT, dikutip dari Crash.net, Senin (18/5/2026). Masalah teknis itu sekaligus mengakhiri peluang Acosta mempertahankan posisi terdepan hingga akhir balapan. Motor Kedua Meski sempat kembali melanjutkan lomba menggunakan motor kedua, ia mengaku situasinya tidak mudah, baik secara mental maupun ritme balap. “Saya menggunakan motor kedua dan motornya baik-baik saja. Tapi tidak mudah untuk kembali membalap setelah situasi buruk seperti hari ini, terutama setelah kecelakaan besar yang dialami Alex,” kata Acosta. Acosta akhirnya gagal finis setelah terjatuh di lap terakhir akibat kontak dengan Ai Ogura. .@JoanMirOfficial into 2nd on the last lap! And @Aldeguer54 joins the battle!#CatalanGP ???? pic.twitter.com/fwgASWOifU — MotoGP™???? (@MotoGP) May 17, 2026 “Situasinya benar-benar buruk. Karena itu saya rasa tidak perlu membahas balapannya lebih jauh. Menurut saya, setelah dua kali red flag, tidak perlu lagi ada percobaan ketiga untuk melanjutkan balapan,” lanjutnya. Balapan MotoGP Catalunya 2026 sendiri sempat dihentikan dua kali akibat sejumlah insiden besar sebelum akhirnya dimenangi Fabio Di Giannantonio. “Hal seperti ini sebenarnya tidak perlu. Memang benar pertunjukan itu penting, tetapi kami adalah orang-orang yang membuat pertunjukan tersebut,” ujar Acosta. “Tidak menyenangkan harus menjalani tiga kali start balapan dalam satu hari,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang