Sprint Race MotoGP Catalunya 2026 menghadirkan finis paling dramatis sepanjang sejarah, di mana Alex Marquez berhasil mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih hanya 0,041 detik di garis finis, Sabtu (17/5/2026). Margin tersebut menjadi jarak kemenangan paling tipis sejak format Sprint Race diperkenalkan di MotoGP pada 2023. Duel keduanya sudah berlangsung sejak awal laga. Acosta yang memulia balapan dari posisi terdepan langsung memimpin balapan, sebelum akhirnya disalip Alex Marquez pada lap keempat. How close do you want it? ?????? The #CatalanGP ???? is a gift that keeps on giving! #MotoGP pic.twitter.com/s9YESXbVRI — MotoGP™???? (@MotoGP) May 16, 2026 Pebalap KTM itu sempat kehilangan momentum setelah turun ke posisi ketiga di belakang Raul Fernandez. Namun, memasuki paruh akhir sprint, Acosta mulai bangkit. Setelah merebut kembali posisi kedua, Acosta terus memangkas jarak dengan Alex hingga menempel ketat di lap terakhir. Tekanan demi tekanan diberikan, tapi saudara Marc Marquez itu tetap mampu mempertahankan posisi terdepan sampai bendera finis dikibarkan. Meski hanya kalah sepersekian detik, Acosta mengaku tidak terlalu kecewa. Ia merasa hanya membutuhkan tambahan satu lap untuk bisa merebut kemenangan. “Sejujurnya saya hanya kurang satu lap lagi. Saat tiba di Tikungan 10 biasanya saya bisa menyalip di sana, seperti saat melewati Raul, tapi kali ini jaraknya masih terlalu jauh,” ujar Acosta dikutip Crash.net, Minggu (17/5/2026). ???? @alexmarquez73 is the fastest rider on track but @37_pedroacosta is still hanging on!#CatalanGP ???? pic.twitter.com/tnwbefTed0 — MotoGP™???? (@MotoGP) May 16, 2026 Sementara itu, Alex Marquez mengaku tetap tenang meski Acosta terus membayangi hingga tikungan terakhir. Pebalap Gresini Ducati tersebut mengatakan dirinya hanya fokus menjaga racing line dan menutup ruang overtaking. “Saya memang mendengar ada motor sangat dekat di belakang dalam dua lap terakhir,” kata Alex Marquez. “Pada lap terakhir saya hanya berpikir untuk mengerem sedalam mungkin dan menutup pintu di titik-titik yang mudah dipakai menyalip, termasuk tikungan terakhir,” ujarnya. Alex menilai peluang overtake di tikungan terakhir kini jauh lebih sulit dibanding era MotoGP sebelumnya. Karakter motor modern dengan perangkat aerodinamika membuat pebalap bisa mengerem sangat dalam tanpa mudah kehilangan stabilitas. LAST LAP, and this is far from over for the win! ????#CatalanGP ???? pic.twitter.com/0qt24rpYLl — MotoGP™???? (@MotoGP) May 16, 2026 Karena itu, ia tidak terlalu khawatir Acosta akan melakukan manuver agresif seperti duel legendaris Valentino Rossi melawan Jorge Lorenzo di Barcelona 2009. Meski menjadi pemenang sprint race, Alex tidak merasa dirinya berada pada kondisi terbaik untuk balapan utama karena masih mengalami kendala pada bagian depan Ducati GP26. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang