Pebalap Gresini Racing, Alex Marquez, memberikan pandangannya terkait performa motor terbarunya, Ducati Desmosedici GP26, di awal musim MotoGP 2026. Meski mendapatkan spek pabrikan, adik dari Marc Marquez ini mengaku masih dalam proses adaptasi. Seperti diketahui, Alex memulai musim 2026 sebagai salah satu favorit juara setelah tampil impresif di musim 2025 dengan meraih tiga kemenangan dan duduk sebagai runner-up klasemen akhir. Namun, beralih dari GP24 ke GP26 ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Hingga seri ketiga, Alex berada di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan 28 poin. Hasil terbaiknya sejauh ini adalah finis di posisi keenam pada GP Brasil. Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, melaju di depan pebalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez, dalam balapan MotoGP Valencia 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 16 November 2025. (Foto oleh JOSE JORDAN / AFP) Capaian ini berbanding terbalik dengan musim lalu, di mana ia sukses memimpin klasemen pada tahap yang sama. "Motor ini mungkin berubah sedikit, tidak terlalu banyak, tetapi ketika persaingan semakin ketat, Anda akan memaksa motor bekerja lebih keras," ujar Alex dikutip dari Crash, Jumat (17/4/2026). Alex secara jujur mengakui bahwa motor tahun lalu sebenarnya lebih sesuai dengan karakter berkendaranya. Namun, ia melihat adanya potensi yang jauh lebih besar pada GP26 jika tim berhasil menemukan setelan yang tepat. "Saya sedikit lebih kesulitan dengan motor ini (GP26), tetapi kami memiliki opsi yang lebih baik untuk dikembangkan. GP24 memang lebih cocok dengan gaya balap saya, tetapi GP26 memiliki ruang yang luas untuk disetel lebih tajam lagi," katanya. Di sisi lain, awal musim 2026 justru didominasi oleh pabrikan asal Italia lainnya, Aprilia. Marco Bezzecchi menyapu bersih kemenangan di tiga seri pembuka, yang menunjukkan bahwa Ducati punya PR besar untuk mengejar ketertinggalan. Kendati demikian, Alex meminta para penggemar untuk tidak panik. Menurutnya, evaluasi yang lebih adil baru bisa dilakukan setelah balapan memasuki seri kelima atau keenam. "Tidak perlu panik, kita harus menunggu sampai balapan kelima atau keenam. Ducati sedang bekerja keras untuk memastikan dominasi Aprilia tidak bertahan lama," ucap Alex. Menjelang seri selanjutnya di GP Spanyol, Alex berharap momentum kebangkitan Ducati bisa dimulai dari sirkuit Jerez. Namun, ia juga menekankan pentingnya evaluasi diri bagi seorang pebalap. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang