Ban pecah masih menjadi salah satu momok paling menakutkan bagi pengemudi, terutama saat melaju di jalan tol atau kecepatan tinggi. Risiko paling sering dibayangkan, yaitu mobil terguling atau keluar jalur. Namun, ada bahaya lain yang kerap luput dari perhatian, yakni risiko ditabrak dari belakang. Training Director sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa reaksi spontan pengemudi saat ban pecah justru bisa memicu bahaya baru jika tidak diantisipasi dengan benar. Mobil boks terguling di Jembatan Suramadu “Pada saat ban depan pecah, naluri manusiawi pengemudi adalah melakukan perlambatan, entah dengan mengangkat pedal gas atau mengerem," kata Jusri kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. "Perilaku ini, jika dilakukan tanpa mengantisipasi bahaya dari belakang, berpotensi pertama kali menyebabkan kendaraan ditabrak dari belakang," ujarnya. "Hal ini terjadi karena kendaraan di belakang tidak selalu menjaga jarak aman. Selain itu, jika tidak ada kendaraan lain di belakang, pengemudi tetap berisiko kehilangan kendali," kata Jusri. Menurut Jusri, pengemudi jangan hanya fokus menjaga mobil tetap lurus agar tidak terguling, tetapi lupa bahwa kendaraan lain di belakang melaju dengan kecepatan tinggi dan jarak yang belum tentu aman. Di sisi lain, pengereman mendadak saat ban pecah juga meningkatkan risiko mobil kehilangan kendali. Beban kendaraan akan bertumpu pada roda depan yang bermasalah, sehingga arah mobil bisa tertarik ke satu sisi secara tiba-tiba. Kecelakaan lalu lintas di Tol Cijago KM 43B, dekat pintu tol Margonda 3, Beji, Kota Depok, Kamis (10/4/2025). "Sebab, saat pengemudi melakukan perlambatan, terlebih saat mengerem, mobil akan mengalami beban gravitasi yang lebih besar pada roda depan," kata Jusri. "Kondisi tersebut menimbulkan gaya yang menarik kendaraan ke sisi roda yang tekanannya lebih rendah, dan gaya tarikan itu akan semakin besar seiring dengan perlambatan yang terjadi,” ujarnya, Karena itu, pengemudi diimbau untuk memahami karakter kendaraan dan tetap tenang saat menghadapi situasi darurat seperti ban pecah. Mengendalikan setir dengan stabil, mengurangi kecepatan secara bertahap, serta memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitar menjadi kunci keselamatan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang