Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah kerap membuat ruas jalan tergenang banjir. Dalam kondisi seperti ini, pengemudi tak hanya dituntut memahami teknik berkendara yang aman, tetapi juga menjaga etika berlalu lintas agar tidak merugikan pengguna jalan lain, terutama pengendara motor dan pejalan kaki. Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), berkendara di jalan tergenang air seharusnya dilakukan dengan kecepatan rendah dan penuh kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Cara berkendara yang keliru justru bisa menimbulkan dampak berbahaya bagi orang lain. “Pengemudi sebaiknya melaju pelan dengan gigi terendah agar tidak menimbulkan efek ombak yang bisa mengganggu kendaraan lain atau pejalan kaki, sekaligus mencegah air masuk ke saluran air intake mesin,” kata Sony kepada Kompas.com, Selasa (13/1/2026). Sony menjelaskan, ombak yang tercipta akibat mobil melaju kencang di genangan air bisa membuat sepeda motor oleng, mesin motor kemasukan air, hingga menyebabkan pejalan kaki tersiram air kotor. Situasi ini bukan hanya soal teknis berkendara, tetapi juga menyangkut sikap dan empati di jalan. Jalan Cakung Cilincing Raya masih tergenang banjir hingga Selasa (13/1/2026) pagi, Jakarta Utara Ia menambahkan, teknik menjaga kecepatan rendah dan putaran mesin stabil lebih relevan diterapkan pada mobil bertransmisi manual. Sementara mobil bertransmisi otomatis atau CVT, pengemudi sebaiknya lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri melintasi genangan yang terlalu dalam. “Kalau mobil matic, risikonya lebih besar karena karakter transmisinya berbeda. Jadi, kalau ragu, lebih baik putar balik. Itu juga bagian dari etika berkendara,” ujarnya. Sony menekankan bahwa banjir bukan alasan untuk mengabaikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lain. Justru dalam kondisi darurat, pengemudi diuji untuk tetap sabar, tidak egois, dan mampu mengendalikan diri di balik kemudi. Dengan menjaga kecepatan, memilih jalur dengan bijak, serta tidak menciptakan ombak di jalan tergenang, pengemudi tidak hanya melindungi kendaraannya sendiri, tetapi juga menunjukkan etika berlalu lintas yang baik di tengah situasi sulit. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang