Ilustrasi mengemudi mobil dalam kondisi hujan Musim hujan kerap membawa risiko banjir di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini bukan hanya menyulitkan mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan kendaraan, termasuk mobil listrik (electric vehicle/EV). Meski mobil listrik dirancang dengan sistem kelistrikan yang terlindungi, pengendara tetap harus memahami cara berkendara yang aman agar terhindar dari bahaya dan kerusakan serius. Ilustrasi berkendara minim visibilitas saat hujan deras Produsen otomotif menegaskan bahwa mobil listrik tidak disarankan untuk menerobos banjir dalam, karena air tetap dapat mengganggu sistem elektronik dan keselamatan pengemudi jika tidak ditangani dengan benar.Apakah Mobil Listrik Aman Saat Banjir? Mobil listrik modern telah dilengkapi perlindungan kedap air pada baterai dan motor listrik. Namun, perlindungan tersebut memiliki batas. Genangan air yang terlalu tinggi tetap berpotensi menyebabkan kerusakan, terutama jika air masuk ke komponen kelistrikan atau sistem pendingin baterai. Karena itu, kewaspadaan dan penilaian kondisi jalan menjadi kunci utama saat menghadapi banjir. 5 Tips Aman Mengendarai Mobil Listrik Saat Banjir1. Perhatikan dan Ukur Kedalaman AirSebelum melintas, pastikan genangan air tidak melebihi batas aman kendaraan. Jika ketinggian air sudah mendekati setengah ban atau lebih, sebaiknya hindari melanjutkan perjalanan. Risiko kerusakan dan kehilangan kendali kendaraan meningkat pada kondisi ini.2. Gunakan Mode Berkendara yang SesuaiBeberapa mobil listrik memiliki mode khusus seperti wet mode atau off-road mode yang membantu menjaga traksi roda di jalan licin. Mode ini dapat meningkatkan stabilitas kendaraan saat melewati genangan air.3. Jaga Kecepatan Tetap Rendah dan StabilHindari memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Berkendara perlahan membantu mencegah air masuk ke bagian bawah mobil dan mengurangi risiko tergelincir. Akselerasi dan pengereman sebaiknya dilakukan secara halus.4. Hindari Jalan yang Tidak DiketahuiGenangan air bisa menyembunyikan lubang, permukaan jalan yang rusak, atau benda berbahaya. Jika ragu dengan kondisi jalan, lebih baik mencari rute alternatif yang lebih aman.5. Manfaatkan Sistem Peringatan KendaraanMobil listrik modern umumnya dilengkapi sistem sensor dan peringatan. Jika kendaraan memberikan peringatan bahaya atau sistem mendeteksi kondisi ekstrem, sebaiknya segera berhenti dan tidak memaksakan perjalanan.Mobil listrik tetap bisa digunakan di musim hujan, namun tidak disarankan untuk menerobos banjir dalam. Dengan memahami batas kendaraan dan menerapkan cara berkendara yang aman, risiko kerusakan dan kecelakaan dapat diminimalkan. Ilustrasi Mobil ListrikKewaspadaan, keputusan yang tepat, dan pemeriksaan menyeluruh setelah banjir adalah kunci menjaga mobil listrik tetap aman dan awet.