Mengemudi di daerah baru memiliki tantangan tersendiri karena pengemudi belum memahami karakter jalan maupun kebiasaan lalu lintas setempat. Karena itu, penting untuk menyiapkan strategi berkendara yang tepat agar perjalanan tetap aman. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pola pikir atau mindset, jadi kunci utama dalam menjaga keselamatan saat berkendara di wilayah yang belum dikenal. Arus balik mudik di jalur Kalimalang, Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mulai mengalami peningkatan pada Selasa (24/3/2026) sore. “Defensive driving mindset menjadi kunci keselamatan kita dalam perjalanan ini. Kadang-kadang kita mengikuti kondisi yang ada, karena kalau kita berbeda, dampaknya juga bisa bahaya,” ujar Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, defensive driving harus menjadi pegangan utama ketika memasuki daerah baru. Pengemudi perlu menyesuaikan diri dengan kondisi lalu lintas setempat tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Misal di daerah seperti Sumatera Utara, kondisi jalannya cenderung lebih ramai. Maka pengemudi harus bisa beradaptasi dengan hal tersebut, lebih waspada, tapi tidak menghalangi. Selain itu, Jusri juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan perlengkapan navigasi sebelum perjalanan. Hal ini membantu pengemudi memahami rute dan menghindari kebingungan di jalan. “Defensive driving adalah kata kunci kita memasuki daerah-daerah baru, ditambah dengan lengkapi perlengkapan maps dalam perjalanan di kota-kota tersebut,” kata Jusri. Dengan mengutamakan kewaspadaan dan dukungan navigasi yang memadai, risiko kesalahan saat berkendara di tempat baru bisa diminimalkan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang