JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sahur atau berbuka puasa, banyak orang langsung merasa mengantuk karena perut terisi penuh. Dalam situasi seperti ini, tingkat konsentrasi dan fokus seseorang dapat berkurang, terutama ketika harus mengemudi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Inge Permadhi, dokter spesialis gizi klinik di Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospital, menjelaskan bahwa rasa mengantuk setelah makan berkaitan dengan proses pencernaan dalam tubuh. “Kalau perut kenyang, tujuan tubuh kita adalah melakukan penyerapan makanan. Jadi semua aliran darah diperuntukkan dikonsentrasikan ke daerah saluran cerna dengan tujuan untuk menyerap sari-sari makanan yang terdapat di dalam saluran cerna. Akibat semuanya dikonsentrasikan ke sana,” ucapnya kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026). Gejala awal kanker lambung bisa meliputi perut terasa penuh dan nyeri di bagian atas perut. Ilustrasi kenyang. Ia juga menjelaskan bahwa anggapan seseorang mudah mengantuk setelah makan bukan sekadar mitos, melainkan kondisi yang memang bisa terjadi secara fisiologis. “Tetapi apakah sampai memengaruhi konsentrasi hingga menyebabkan kecelakaan, saya tidak punya data pastinya. Yang jelas, setelah makan banyak, tubuh memang lebih fokus pada proses pencernaan. Namun seberapa besar pengaruhnya terhadap konsentrasi juga tergantung masing-masing orang,” ucapnya. Ia mencontohkan, seseorang yang baru saja makan banyak tetap bisa langsung fokus apabila menerima kabar penting atau mendesak. Artinya, faktor emosional juga berperan dalam menentukan tingkat konsentrasi. Karena itu, menurutnya, sulit menyimpulkan adanya hubungan langsung antara makan berlebihan dan risiko kecelakaan. Namun secara umum, orang yang habis makan terutama saat sahur cenderung merasa mengantuk dan ingin kembali beristirahat. “Memang secara umum, orang yang habis makan cenderung merasa mengantuk, terutama saat sahur, setelah makan lalu ingin tidur lagi,” ucapnya. Sementara itu, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menyarankan agar pengemudi tidak langsung makan dalam jumlah besar sebelum kembali ke balik kemudi. “Sebaiknya berbuka secukupnya saja, tidak disarankan sampe kenyang. Jika setelah makan kenyang, luangkan waktu satu jam sebelum mengemudi,” kata Sony kepada Kompas.com, Jumat (20/2/2026). Namun, ia juga menjelaskan, hal ini boleh dikecualikan ketika perjalanan luar kota, karena pasti lemas Apa pun asupan yang dikonsumsi akan menimbulkan reaksi berbeda pada tubuh. Karbohidrat berlebihan misalnya dapat memicu rasa lemas atau mengantuk, sementara protein berperan membantu sistem saraf dalam menjaga kewaspadaan saat berkendara. “Tetap dalam batas ukur yaa, jadi pastikan asupannya dapat membantu pengemudi tetap fokus selama perjalanan,” ucapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang