JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan panjang tanpa jeda saat mudik Lebaran dapat membuat tubuh cepat lelah dan menurunkan konsentrasi pengemudi. Kondisi lelah saat mengemudi tidak boleh dianggap sepele karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Sehingga, pengemudi disarankan untuk tidak memaksakan diri berkendara terlalu lama tanpa beristirahat. Selain menjaga kondisi kendaraan, pengaturan waktu berkendara dan istirahat yang tepat juga menjadi salah satu kunci keselamatan selama perjalanan mudik. Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan, pengemudi sebaiknya memiliki pola berkendara dan istirahat yang jelas saat melakukan perjalanan jauh. “Maksimal mengemudi 2 jam sebelum beristirahat, waktu istirahat minimal 15 menit, kecuali saat istirahat makan siang, sholat atau telah mengemudi 4 jam bisa minimal 30 menit. Dan saat istirahat di setiap 4 jam wajib lakukan power nap,” kata Marcell kepada Kompas.com, Senin (9/3/2026). Arus lalu lintas di Kota Malang Jawa Timur pada malam tahun baru 2025. Menurut dia, kebiasaan tersebut diterapkan untuk menjaga kondisi tubuh pengemudi tetap bugar selama perjalanan jauh. Ia juga menegaskan bahwa pengemudi tidak disarankan memaksakan diri mengemudi terlalu lama dalam satu hari. “Dan yang maksimal 8 jam mengemudi per hari itu benar. jangan memaksakan diri lebih dari 8 jam mengemudi terus menerus,” kata Marcell. Sementara, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, mengatakan durasi ideal berkendara adalah dua setengah jam sampai tiga jam. “Paling susah untuk komitmen itu adalah waktu berkendara, karena rata-rata dari pemudik mengejar waktu tiba. Sehingga durasi ideal berkendara dua setengah jam sampai tiga jam kalau lancar. Atau maksimal empat jam kalau kondisi jalan macet,” ucap Sony, saat dihubungi Kompas.com. Sony melanjutkan, setiap detik ke menit, pengemudi akan mengalami penurunan daya fokus akibat duduk dalam waktu yang lama. Hal ini diakibatkan oleh tidak lancarnya darah dan oksigen di dalam tubuh. “Menyiasatinya jangan cuma berhenti, tapi harus dengan istirahat. Lakukan peningkatan performa lewat perangsang otot, otak, dan saraf, sehingga perjalanan berikutnya lebih fresh,” kata Sony. Sony juga mengimbau pengemudi sebaiknya beristirahat dengan cukup terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan jauh. “Lebih bagus sebelum memulai perjalanan itu tidur 6-7 jam dahulu. Sementara untuk waktu keberangkatan saat gelap atau terang itu bebas, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, yang penting adalah paham risiko yang dihadapi saat di perjalanan,” kata Sony. Dengan mengatur waktu berkendara dan istirahat secara disiplin, pengemudi diharapkan tetap fokus dan kondisi tubuh tetap terjaga selama perjalanan mudik.