Ilustrasi Berkendara Saat Hujan Bulan Ramadan menjadi momen yang menuntut pengendara tetap fokus dan menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas di jalan. Bagi pengemudi mobil, rasa haus dan lapar saat puasa sering kali muncul lebih cepat jika cara berkendara tidak tepat. Banyak orang tidak menyadari bahwa gaya mengemudi ternyata bisa memengaruhi kondisi tubuh selama perjalanan. Jika terlalu tegang atau mengemudi secara agresif, tubuh akan lebih cepat lelah sehingga rasa haus dan lapar pun datang lebih cepat. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Berdasarkan penelusuran VIVA Otomotif Jumat 6 Maret 2026, tips pertama adalah mengemudi dengan santai dan menjaga emosi di jalan. Berkendara dengan tenang membuat tubuh tidak cepat menguras energi sehingga kondisi tetap stabil hingga waktu berbuka tiba.Mengemudi secara agresif, seperti sering mengerem mendadak atau berakselerasi keras, bisa membuat tubuh cepat lelah. Selain itu, stres saat menghadapi kemacetan juga dapat mempercepat munculnya rasa haus.Tips berikutnya adalah mengatur suhu kabin mobil dengan baik. Gunakan pendingin udara atau AC pada suhu yang nyaman agar tubuh tidak berkeringat berlebihan selama perjalanan.Kabin yang terlalu panas dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Kondisi ini tentu membuat pengemudi lebih cepat merasa haus meskipun belum waktunya berbuka puasa.Pengemudi juga disarankan mengatur posisi duduk dengan nyaman sebelum memulai perjalanan. Posisi duduk yang ergonomis membantu tubuh tetap rileks sehingga tidak mudah lelah saat berkendara.Jika posisi duduk terlalu tegang atau tidak nyaman, tubuh akan cepat pegal dan energi lebih cepat terkuras. Hal tersebut bisa memicu rasa lapar maupun haus lebih cepat dari biasanya.Tips lainnya adalah menghindari perjalanan terlalu lama tanpa jeda. Jika perjalanan cukup jauh, pengemudi bisa berhenti sejenak di tempat aman untuk meregangkan tubuh.Istirahat sejenak membantu tubuh kembali segar dan menjaga konsentrasi saat berkendara. Cara ini juga membantu mengurangi kelelahan yang dapat memicu rasa lapar maupun haus.Selain itu, penting juga memilih waktu perjalanan yang tepat selama Ramadan. Jika memungkinkan, hindari berkendara pada siang hari ketika cuaca sedang panas-panasnya. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Perjalanan di pagi hari atau menjelang sore biasanya terasa lebih nyaman bagi pengemudi yang sedang berpuasa. Suhu udara yang lebih bersahabat membuat tubuh tidak cepat kehilangan energi.Terakhir, pengemudi juga perlu memperhatikan asupan saat sahur sebelum berkendara. Pilih makanan yang mengandung serat, protein, serta cukup cairan agar tubuh lebih kuat menahan lapar dan haus selama perjalanan.