Risiko konflik antar pengguna jalan cenderung meningkat selama bulan puasa, terutama saat jam sibuk berangkat dan pulang kerja. Kondisi fisik yang menurun ditambah kemacetan sering memicu emosi pengendara menjadi lebih mudah terpancing. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Puluhu mengatakan, kunci utama menghindari konflik di jalan saat puasa adalah manajemen perjalanan yang baik. Menurut dia, pengendara perlu merencanakan waktu dan rute perjalanan sejak awal. “Yang paling penting adalah manajemen perjalanan bagi kita semua, yaitu meng-cover waktu perjalanan dan rute perjalanan,” kata Jusri kepada Kompas.com belum lama ini. Kemacetan di Jalan Gatot Subroto arah Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (20/2/2026) sore. Ia menjelaskan, pengendara harus memahami jam-jam rawan macet yang rutin terjadi pada hari kerja. Pilih waktu berangkat maupun pulang kerja yang lebih fleksibel agar tidak terjebak kepadatan lalu lintas. “Mungkin memilih waktu, memilih rute untuk menghindari kemacetan tadi atau pulang kantor memilih jam-jam tertentu agar kita bisa mengurangi trafik yang ada,” ujarnya. Selain itu, kombinasi moda transportasi juga bisa menjadi solusi untuk menekan potensi konflik di jalan. Contoh rumah di Ciputat menuju kantor di Menteng dengan berkendara ke Lebak Bulus, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan MRT dan bus. “Kombinasi ini juga akan mengurangi probabilitas kecelakaan, salah satunya adalah jarak tempuh,” kata Jusri. Semakin panjang perjalanan dan semakin sering bertemu pengguna jalan lain, peluang terjadinya pelanggaran maupun konflik ikut meningkat. Menurut dia, kecelakaan maupun konflik di jalan berkaitan dengan peluang yang dipengaruhi jarak tempuh, kelalaian, serta pelanggaran pengguna jalan. Dengan manajemen perjalanan yang tepat, pengendara dapat mengurangi paparan terhadap situasi berisiko tersebut. “Cara kombinasi perjalanan tadi akan mengurangi volume pelanggaran yang kita temui. Ini namanya manajemen perjalanan,” kata Jusri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang