Mengemudi saat bulan Ramadhan memiliki tantangan tersendiri karena kondisi fisik dan emosi pengendara cenderung berubah. Kemacetan menjelang waktu berbuka juga kerap memicu stres hingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Training Director The Real Driving Center Marcell Kurniawan mengatakan, pengendara perlu mengandalkan trik dan keterampilan mengemudi agar tetap aman sekaligus minim tekanan mental. Menurut dia, kunci utama dimulai dari menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Marcell menjelaskan, menjaga jarak membuat proses pengereman lebih halus sekaligus menghindari risiko tabrak belakang saat lalu lintas padat. Kemacetan parah di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di area depan Halte Transjakarta Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat menjelang buka puasa pertama pada Kamis (19/2/2026) “Menghindari tabrak belakang saat kondisi lagi macet, karena memang banyak kejadian saat kondisi lagi puasa seperti ini, orang tuh ingin cepat-cepat dan mepet semuanya,” ujar Marcell kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026). Selain faktor teknis, pengendara juga perlu mengelola emosi karena rasa lapar membuat seseorang lebih mudah terdistraksi dan terpancing emosi. Marcell menyarankan pengemudi tetap tenang dan tidak terpancing perilaku agresif pengguna jalan lain. “Kalau misalnya ada orang yang agresif, kita harus bisa berpikir bahwa dia lagi berusaha melawan ego-nya. Yasudah biarkan saja, mungkin dia buru-buru, ingin pulang cepat, ingin buka di rumah, lebih baik kita nerimo aja,” kata dia. Ia menambahkan, pengendara sebaiknya tetap berada di lajurnya dan tidak sering berpindah karena justru meningkatkan risiko bersinggungan. Memberi jalan kepada pengguna lain juga dinilai efektif menjaga ketenangan selama perjalanan. “Lebih menerima kondisi di jalan, dan kasih jalan buat orang lain, itu akan membuat kita lebih tenang,” ujar Marcell. Ia menegaskan banyak cekcok terjadi cuma karena dua pengemudi sama-sama tidak mau mengalah saat situasi lalu lintas padat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang