Perjalanan mudik yang panjang tak hanya menguras tenaga pengemudi, tetapi juga “memaksa” komponen mobil bekerja ekstra keras, termasuk sistem pengereman. Karena itu, setelah kembali dari kampung halaman, perawatan rem menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan demi menjaga keselamatan berkendara. Salah satu komponen utama yang wajib diperhatikan adalah kampas rem. Bagian ini terus mengalami gesekan setiap kali pengemudi menginjak pedal rem. Pengecekan rem mobil di bengkel Suzuki Sehingga wajar jika ketebalannya berkurang seiring waktu, terlebih setelah menempuh perjalanan jauh dengan berbagai kondisi jalan. “(Pengecekan) kalau yang rem itu nanti kami bongkar. Yang pasti kan habis perjalanan jauh itu kan pasti ada kotoran-kotoran di kampas rem,” ujar Service Manager Honda Mandalasena Malang, M Taufik R, kepada Kompas.com (30/3/2026). “Nanti kami bongkar dulu, kami cek, kami ukur. Jadi untuk kampas rem itu, kalau sudah 3 milimeter harus ganti,” kata dia. Ilustarsi kampas rem sudah aus dan masih baru. Artinya, jika sudah mencapai atau di bawah angka tersebut, penggantian wajib dilakukan agar sistem pengereman tetap optimal. Sebab, menunda penggantian bisa berdampak pada menurunnya daya cengkeram rem, bahkan berisiko merusak komponen lain seperti piringan cakram. Selain pengukuran langsung, ada tanda-tanda yang bisa dirasakan pengemudi saat kampas rem mulai menipis. Salah satunya adalah perubahan pada pedal rem yang terasa lebih dalam saat diinjak. Ilustrasi servis mobil hybrid di diler resmi Honda “Biasanya pedal rem kalau diinjek agak dalam. Tapak pedal rem kalau diinjek semakin dalam itu berarti ada kemungkinan kampas remnya juga semakin tipis, selama tidak ada kebocoran di minyak remnya ya,” kata dia. Kondisi ini terjadi karena jarak antara kampas dan piringan rem semakin jauh, sehingga membutuhkan tekanan lebih dalam untuk menghasilkan efek pengereman yang sama. Tak hanya itu, sisa kotoran atau debu dari perjalanan jauh juga bisa menempel pada sistem rem. Oleh karena itu, pembongkaran dan pembersihan menjadi langkah penting agar kinerja rem tetap maksimal. Dengan rutin memeriksa ketebalan kampas rem dan mengenali gejalanya sejak dini, pemilik mobil bisa mencegah risiko yang lebih besar di jalan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang