Membawa muatan berlebih hingga ke atas atap kendaraan saat mudik sering dilakukan untuk menghemat ruang di dalam mobil. Namun kebiasaan ini memiliki banyak risiko keselamatan yang sering tidak disadari oleh pengendara. Beban tambahan di bagian atas kendaraan dapat mempengaruhi stabilitas, kendali, dan keamanan selama perjalanan jauh. Ahmad Wildan, Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT mengatakan batas aman mobil bawa barang muatan adalah tidak melebihi kapasitas tempat duduk dan bawa barang di atas atap. “Membawa barang di atas mobil sangat berbahaya karena akan mempengaruhi keseimbangan kendaraan atau static stability factor, sehingga mudah terguling,” ucap Wildan kepada KOMPAS.com, Kamis (12/3/2026). Meningkatnya titik pusat gravitasi kendaraan, ketika barang diletakkan di atap, posisi beban menjadi lebih tinggi dari biasanya. Hal ini membuat kendaraan lebih mudah oleng, terutama saat melewati tikungan, jalan bergelombang, atau ketika harus bermanuver secara mendadak. Selain itu, muatan di atap dapat membuat kendaraan lebih rentan terguling. Jika kendaraan berbelok dengan kecepatan tertentu, beban di atas dapat memperbesar gaya yang menarik kendaraan ke samping. Risiko ini semakin besar jika muatan terlalu berat atau tidak terikat dengan baik. Ilustrasi mudik pakai mobil tua Bahaya lain adalah berkurangnya kestabilan saat menghadapi angin kencang. Muatan yang tinggi dapat meningkatkan hambatan angin dan membuat kendaraan lebih mudah terdorong ke samping. Kondisi ini sangat berbahaya terutama saat melaju di jalan tol atau jembatan yang terbuka. “Muatan berlebih juga dapat mempengaruhi kemampuan pengereman kendaraan. Berat kendaraan yang meningkat membuat jarak pengereman menjadi lebih panjang. Dalam situasi darurat, kendaraan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti,” ucap Wildan. Selain itu, suspensi dan komponen kendaraan lainnya akan bekerja lebih keras dari kapasitas normalnya. Beban berlebih dapat mempercepat kerusakan pada per, shock absorber, ban, dan bahkan rangka kendaraan. Dalam perjalanan jauh seperti mudik, kerusakan ini bisa terjadi secara tiba-tiba. Ilustrasi mudik Muatan yang diletakkan di atap juga berpotensi terlepas selama perjalanan. Jika ikatan tidak kuat atau barang bergeser, muatan dapat jatuh ke jalan dan membahayakan kendaraan lain di belakang. Hal ini dapat menyebabkan kecelakaan beruntun yang serius. Risiko lain adalah perubahan aerodinamika kendaraan. Barang yang menumpuk di atap membuat aliran udara tidak stabil sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. “Mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan ketika hambatan udara bertambah karena muatan di atas atap mobil,” ucap Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten kepada KOMPAS.com, Jumat (13/3/2026). Bagasi mobil muatan penuh Untuk mengurangi risiko tersebut, pengendara sebaiknya membawa barang sesuai kapasitas kendaraan. Jika barang cukup banyak, gunakan bagasi tambahan yang dirancang khusus untuk atap kendaraan dengan sistem pengikat yang aman. “Pastikan distribusi berat tetap seimbang. Barang yang paling berat sebaiknya ditempatkan di bagian bawah kendaraan, bukan di atap. Hal ini membantu menjaga stabilitas selama perjalanan,” ucap Imun. Dengan memperhatikan batas muatan dan cara membawa barang yang benar, perjalanan mudik dapat menjadi lebih aman dan nyaman. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena risiko kecil dari muatan berlebih dapat berakibat besar bagi pengemudi dan pengguna jalan lainnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang