SOLO, KOMPAS com - Musibah banjir melanda beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatera. Banyak dijumpai mobil terendam banjir sampai atap, membuat kondisinya penuh lumpur baik di bagian eksterior ataupun interior. Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah unit tersebut masih bisa diperbaiki dan berapa estimasi ongkosnya sampai unit bisa digugat kembali. Eko Setiawan, pemilik bengkel mobil Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan semakin mahal atau canggih mobil yang terendam, akan membutuhkan biaya perbaikan lebih besar. Benz pernah sampai habis Rp 150 juta, mobil terendam penuh, sedangkan mobil seperti Avanza bisa sampai Rp 20 jutaan lebih, tapi tidak sampai Rp 30 juta, itu estimasi paling kecilnya,” ucap Eko kepada KOMPAS.com, Minggu (7/12/2025). Ketika mobil sudah terendam sampai atap, menurut Eko, potensi kerusakan bisa mencakup semua komponen elektrikal, mesin, transmisi, interior dan eksterior. Muchlis, Instruktur Nasmoco Solo Baru mengatakan estimasi ongkos perbaikan mobil terendam banjir sampai penuh dipengaruhi oleh tingkat kerusakan dan jenis mobilnya. Sebuah mobil terlihat teronggok rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat pada Jumat (5/12/2025) siang. Delapan hari pasca-banjir bandang, sejumlah motor dan mobil belum dievakuasi. “Setiap mobil punya fitur beragam, sehingga potensi kerusakan bisa beda satu dengan lainnya, semakin canggih maka bisa lebih mahal karena makin banyak potensi komponen yang rusak,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Minggu (7/12/2025). Misal, Avanza lansiran tahun 2015 ke atas, Muchlis mengatakan biaya perbaikannya bisa berkisar antara Rp 30 sampai Rp 50 jutaan, tergantung tingkat kerusakannya. “Itu estimasi kasar, dengan kondisi mesin terendam, harus turun mesin, engine control module (ECM) dan komponen kelistrikan seperti transmission control module (TCM), body control module (BCM), dan modul airbag korsleting,” ucap Muchlis. Dalam menangani mobil terendam banjir, menurut Muchlis, bagian terpenting adalah membersihkan semua komponen dari sisa lumpur dan mengeringkannya sesegera mungkin. “Area mesin wajib dibersihkan dulu, saluran intake pastikan bersih tidak ada air, cek lubang busi, bisa putar puli crankshaft dulu dan pastikan bisa berputar lancar, kalau tidak lancar bisa turun mesin,” ucap Muchlis. Artinya, kondisi unit mobil terendam banjir bisa sangat beragam. Estimasi di atas hanya gambaran kasar saja, sehingga tarif resminya kondisional, bisa kurang atau justru lebih. Bisa juga mobil hanya perlu pembersihan, atau masuk salon, yakni estimasi ongkosnya mulai Rp 6 sampai Rp 10 juta. Mobil Isuzu Panther terendam banjir mesinnya masih bisa menyala, pakar otomotif UNY beri penjelasan Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, salah satu faktor utama yang mempengaruhi besarnya biaya perbaikan mobil terendam banjir adalah mesin dalam kondisi hidup. “Kalau mobil dalam keadaan mati saat terendam, biaya perbaikannya bisa berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 50 juta. Namun, bila mobil dalam kondisi menyala saat terkena banjir, risikonya lebih besar karena bisa mengalami water hammer. Biaya perbaikannya bisa jauh lebih mahal, bahkan mencapai Rp 70 juta untuk jenis mobil tertentu," kata Lung Lung mengutip dari Kompas.com, belum lama ini. Kerusakan akibat banjir tidak hanya terbatas pada mesin, tetapi juga merambat ke berbagai komponen elektronik. Kalau mobil terendam dalam waktu lama, hampir semua sistem kelistrikan dan elektronik harus diganti. "Semua elektronik bisa rusak, termasuk modul-modul, head unit, speaker, karpet dasar, busa jok, plafon, sensor-sensor, ECU, TCM, power window, central lock, hingga airbag. Jika mesin mengalami water hammer, maka blok mesin harus diganti, dan itu jelas menambah biaya perbaikan yang sangat besar," jelasnya. Lung Lung juga menyarankan agar pemilik mobil yang terkena banjir tidak langsung menyalakan kendaraan setelah air surut. Hal ini untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat korsleting atau masuknya air ke dalam ruang bakar. "Jangan langsung nyalakan mesin setelah banjir, apalagi kalau sudah terendam lama. Lebih baik panggil bengkel atau derek untuk pemeriksaan lebih lanjut agar tahu tingkat kerusakan yang terjadi," ujarnya. Untuk menghindari kerusakan berat akibat banjir, pemilik mobil disarankan untuk menghindari area rawan genangan, selalu memantau kondisi cuaca, serta melakukan perawatan rutin agar kendaraan tetap dalam kondisi prima. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang