Banjir yang melanda sejumlah wilayah sering membuat masalah baru bagi pemilik mobil, salah satunya soal biaya perbaikan kendaraan yang terendam air. Tak sedikit pemilik mobil yang terkejut ketika mengetahui bahwa kerusakan akibat banjir tidak selalu terlihat dari luar, namun bisa berdampak serius pada mesin, sistem kelistrikan, hingga interior kendaraan. Mobil yang terendam banjir berisiko mengalami berbagai tingkat kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Maka dari itu, memahami estimasi biaya perbaikan mobil bekas banjir menjadi hal penting bagi pemilik kendaraan. Jaringan Bengkel asal Indonesia, Dokter Mobil, membuka bengkel pertamanya di luar negeri Lung Lung, pemilik bengkel spesialis Dokter Mobil, mengatakan, besaran biaya perbaikan mobil bekas banjir sangat bergantung pada tingkat kerusakan yang ditimbulkan, terutama jika air sudah masuk ke dalam ruang mesin. “Kalau mobil mengalami water hammer, biasanya yang terdampak cukup banyak. Mulai dari setang piston, engine block, kepala piston, hingga seluruh oli harus diganti,” ucapnya kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026). Ia menambahkan, seluruh sistem kelistrikan yang terendam air, termasuk perangkat audio, juga perlu dilakukan pengecekan menyeluruh atau penggantian. Selain itu, pembersihan interior seperti jok, plafon, dan karpet menjadi bagian penting dari proses perbaikan. “Estimasi biayanya bisa berkisar antara Rp 30 juta sampai Rp 100 juta,” ucapnya. Perlu dicatat, kondisi water hammer terjadi ketika air masuk ke ruang bakar melalui saluran masuk udara, sehingga mesin berpotensi tidak dapat berfungsi secara normal. Dalam kondisi ini, solusi perbaikan yang harus dilakukan adalah menurunkan mesin untuk menjalani proses overhaul atau turun mesin secara menyeluruh. Sementara itu, Lung Lung, mengatakan, pada mobil bekas banjir yang tidak mengalami water hammer, kerusakan umumnya lebih ringan sehingga biaya perbaikannya relatif lebih rendah. “Kalau tidak sampai water hammer, perbaikan biasanya meliputi penggantian seluruh oli, pengecekan dan penggantian modul-modul elektrik yang terendam air termasuk audio, serta pembersihan interior seperti plafon, jok, dan bagian kabin lainnya. Estimasi biayanya berada di kisaran Rp 20 juta hingga Rp 80 juta,” ucapnya. Dengan mengetahui perbedaan tingkat kerusakan serta estimasi biaya perbaikannya, pemilik mobil diharapkan bisa lebih waspada dan mengambil keputusan yang tepat saat banjir. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang