Banjir yang merendam wilayah permukiman dan jalanan sering kali menimbulkan dampak lanjutan bagi pemilik sepeda motor, salah satunya terkait biaya perbaikan motor yang terendam banjir. Air banjir yang masuk ke mesin, hingga sistem kelistrikan, bisa menyebabkan berbagai kerusakan, terutama jika motor tidak segera ditangani dengan benar setelah banjir surut. Besarnya biaya perbaikan motor yang kebanjiran tidak bisa disamaratakan. Hal ini sangat bergantung pada seberapa parah kerusakan yang terjadi, dan tipe motor yang terendam. Supriyono, Kepala Bengkel Yamaha Panggung Motor Solo, mengatakan, biaya perbaikan sepeda motor terendam banjir juga berbeda-beda tergantung dengan seberapa kerusakan yang terjadi. Motor terendam banjir “Tergantung dari tipe motor masing-masing. Yang paling penting, jangan menyalakan mesin terlebih dahulu sebelum dilakukan pembersihan dan pengecekan oleh tim teknisi agar kerusakan tidak semakin parah,” ucapnya kepada Kompas.com, baru-baru ini. Supriyono mengatakan, untuk sepeda motor yang premium dengan CC 155 sampai 250 cc, biaya perbaikan bisa mencapai Rp 10 juta jika kondisinya rusak parah akibat terendam banjir. Sementara itu, untuk motor dengan kapasitas mesin lebih kecil, umumnya ongkos perbaikan berada di bawah Rp 5 juta. Besaran biaya tersebut sangat bergantung pada tingkat kerusakan, lama motor terendam, serta ketersediaan suku cadang. Komponen yang paling sering diganti meliputi oli mesin, filter udara, busi, hingga sistem kelistrikan seperti kiprok dan CDI. Sementara, Sumantri Tanuwijaya, pemilik bengkel Jaya Motor Peusar, mengatakan, biaya perbaikan motor yang terendam banjir, tergantung dari jenis kerusakan yang terjadi serta harga komponen. "Umumnya untuk harga busi Rp 25.000 sampai Rp35,000, filter udara Rp 45.000 sampai Rp 75.000," ucapnya kepada Kompas.com. Untuk harga oli mesin berkisar Rp 50.000 sampai Rp100.000 tergantung dari merek. Sementara untuk oli gardan Rp 15.000 sampai Rp75.000. Kampas rem depan di motor banderol Rp 45.000 sampai Rp75.000, sedangkan untuk belakang Rp 65.000 sampai Rp100.000. "Kalau untuk perbaikan mesin, bisa sampai Rp 1 juta ke atas yang manual. Mesin matik pun sama, rasionya Rp 1 juta ke atas. Karena matik mesin dua, mesin utama dan mesin belakang rasio," kata Jaya. Namun, harga tersebut hanya bersifat estimasi dan dapat berbeda-beda, karena sangat bergantung pada merek, tipe, dan kapasitas mesin motor matik yang digunakan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang