Sepeda motor bekas kerap menjadi pilihan karena harga yang lebih terjangkau, namun di balik tampilan yang masih rapi, ada risiko tersembunyi yang sering luput dari perhatian pembeli, terutama jika motor tersebut pernah terendam banjir. Banyak kasus menunjukkan, motor bekas banjir bisa terlihat normal di awal pemakaian, tetapi masalah baru muncul setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu. Menurut Ivan, pengelola Babay Motor di Jakarta Barat, salah satu kesalahan umum pembeli adalah terlalu fokus pada kondisi bodi dan mesin saat pertama kali dinyalakan, tanpa mengecek detail kecil yang justru menjadi petunjuk penting. Area-area tersembunyi sering kali menyimpan jejak motor pernah terendam air. “Biasanya yang paling sering luput dicek itu baut-baut kecil, kolong rangka, dan bagian bawah jok. Kalau sudah ada karat halus atau warnanya kusam tidak wajar, itu tanda,” kata Ivan kepada Kompas.com, Jumat (23/1/2026). Ivan menjelaskan, tanda lain yang kerap diabaikan adalah kondisi kelistrikan. Soket-soket kabel yang tampak bersih di luar bisa saja sudah mengalami oksidasi di bagian dalam. Dampaknya, motor berpotensi mengalami gangguan seperti lampu mati mendadak, starter berat, atau mesin sulit hidup setelah beberapa waktu digunakan. Banjir merendam Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (23/1/2026) pagi Selain itu, bau apek juga bisa menjadi sinyal awal motor pernah terendam banjir. Ivan menyebut, aroma tidak sedap yang tersisa di bawah jok atau di area bagasi sering kali muncul meski motor sudah dicuci dan dibersihkan oleh penjual. Menurut Heru, pengelola Danu Motor di Jakarta Barat, pembeli juga perlu lebih teliti memeriksa kondisi pelumas dan komponen yang bergerak. Air banjir yang masuk ke mesin atau transmisi dapat menurunkan kualitas oli dan mempercepat keausan komponen. “Kalau oli terlihat cepat berubah warna atau ada endapan tidak wajar, itu bisa jadi indikasi motor pernah kemasukan air. Efeknya enggak langsung terasa, tapi dalam beberapa bulan biasanya mulai muncul masalah,” ujar Heru. Heru menambahkan, motor bekas banjir umumnya masih bisa dipakai, tetapi risikonya lebih tinggi dibanding motor dengan riwayat normal. Karena itu, ia menyarankan pembeli untuk tidak ragu melakukan pengecekan menyeluruh di bengkel terpercaya sebelum memutuskan transaksi, agar terhindar dari biaya perbaikan besar di kemudian hari. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang