— Membeli motor bekas bisa menjadi pilihan menarik karena harganya yang lebih terjangkau. Namun, calon pembeli perlu lebih teliti, terutama untuk memastikan apakah motor yang akan dibeli pernah mengalami turun mesin. Pasalnya, motor yang sudah pernah dibongkar mesinnya biasanya memiliki performa yang tak lagi sama seperti kondisi awal, terutama jika proses perbaikannya tidak dilakukan sesuai standar. Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, motor yang pernah turun mesin sebenarnya tidak selalu buruk, selama proses perbaikannya dilakukan dengan benar dan menggunakan peralatan sesuai standar pabrikan. “Kalau turun mesinnya dilakukan di bengkel resmi, seperti AHASS untuk motor Honda, dan part-nya diganti sesuai rekomendasi pabrikan, sebetulnya tidak masalah. Yang jadi bahaya itu kalau turun mesinnya dilakukan sembarangan, tanpa alat ukur dan kunci torsi,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (29/10/2025). Wahyu menjelaskan, salah satu tanda motor bekas pernah turun mesin adalah terdapat bekas sealant baru atau sisa lem di celah sambungan blok mesin. Komponen ini biasanya hanya dibuka ketika ada pembongkaran besar. Jika tampak bekas bongkar-pasang di area tersebut, bisa jadi motor tersebut sudah pernah mengalami turun mesin. Vario 110, motor bekas yang banyak dicari. Selain itu, calon pembeli juga perlu memperhatikan suara mesin. Motor yang pernah turun mesin tapi dirakit tidak presisi sering kali menghasilkan suara kasar atau “ngelitik” saat digas. Hal ini disebabkan oleh jarak antar komponen yang tidak sesuai toleransi, karena tidak menggunakan alat pengencang baut dengan torsi yang tepat saat proses perakitan. “Paling mudah, dengarkan suara mesin di putaran rendah dan tinggi. Kalau terdengar kasar, atau getarannya lebih besar dari normal, itu bisa jadi tanda motor pernah dibongkar tapi perakitannya tidak rapi,” kata Wahyu. Ia menambahkan, pembeli sebaiknya juga mengecek kelengkapan dokumen servis. Jika ada riwayat perbaikan besar di bengkel resmi, justru itu bisa jadi nilai tambah karena berarti proses turun mesinnya dilakukan dengan benar. Namun jika tidak ada catatan sama sekali, apalagi kondisi fisik mesin mencurigakan, pembeli patut waspada. “Intinya, jangan asal beli motor bekas karena tampilan luarnya mulus. Lebih baik bawa mekanik terpercaya atau lakukan pengecekan di bengkel resmi untuk memastikan kondisi mesin benar-benar sehat,” tutup Wahyu. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.