Asap knalpot terasa lebih bau saat mesin dipanaskan adalah hal yang umum. Penyebab utamanya berkaitan dengan kondisi mesin. Mesin masih dingin memiliki proses pembakaran belum optimal. Sehingga, emisi lebih tinggi dan itu hal yang normal. Kecuali, bau tak kunjung hilang meski mesin sudah panas atau mencapai suhu kerja. Itu bisa menjadi tanda ada masalah pada sistem pembakaran. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan saat pertama kali mesin dinyalakan, sistem akan membuat campuran bahan bakar menjadi lebih “kaya”. “Saat awal start, bensin sisuplai lebih banyak dibanding udara agar mesin mudah hidup. Akibatnya, pembakaran belum sempurna dan menghasilkan gas buang yang lebih menyengat,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Selasa (14/4/2026). Selain itu, komponen penting seperti katalis knalpot belum bekerja optimal. Katalis ini butuh suhu tinggi untuk mengubah gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) menjadi gas yang lebih ramah. Ilustrasi asap knalpot “Saat masih dingin, fungsi katalis belum maksimal, sehingga bau asap knalpot lebih terasa, nanti lama-lama akan hilang seperti biasa, ini normal,” ucap Jayan. Asap knalpot juga bisa mengalami kondensasi. Sehingga, di dalam knalpot bisa saja terdapat air. “Uap air yang mengembun bisa membawa partikel sisa pembakaran keluar, sehingga aroma knalpot terasa lebih tajam,” ucap Eko Setiawan, pemilik bengkel Everest Motors Tangerang Selatan kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ilustrasi air keluar dari knalpot mobil Bau juga bisa dipengaruhi oleh kualitas bahan bakar. BBM dengan oktan rendah atau kualitas kurang baik cenderung menghasilkan pembakaran yang lebih kotor saat mesin dingin. “Jika mobil lama atau jarang diservis, injektor yang kotor atau filter udara tersumbat juga bisa memperparah bau karena campuran bahan bakar tidak ideal,” ucap Eko. Kondisi ini umumnya hanya sementara. Setelah mesin mencapai suhu kerja normal beberapa menit berjalan, campuran bahan bakar akan kembali ideal dan catalytic converter mulai aktif, sehingga bau berkurang. “Yang perlu diwaspadai adalah jika bau sangat menyengat dan tidak hilang meski mesin sudah panas. Ini bisa menandakan masalah seperti pembakaran tidak sempurna, sensor bermasalah, atau catalytic converter rusak,” ucap Eko. Ciri lain yang perlu diperhatikan adalah jika bau disertai asap berwarna pekat, hitam atau putih tebal, karena ini mengarah ke gangguan yang lebih serius. Kesimpulannya, asap knalpot yang bau saat proses pemanasan mesin adalah hal normal akibat pembakaran belum sempurna dan katalis belum aktif. Selama hanya terjadi di awal dan segera hilang, kondisi ini masih aman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang