Membeli motor bekas dengan harga miring memang menggoda, namun di balik banderol murah sering tersimpan risiko tersembunyi. Salah satu yang paling patut diwaspadai adalah motor dengan riwayat pernah terendam banjir, karena dampaknya tidak selalu langsung terlihat saat pertama kali digunakan. Motor bekas banjir berpotensi mengalami gangguan pada sistem kelistrikan, mulai dari ECU, lampu, aki, hingga panel instrumen. Masalah ini kerap muncul secara bertahap, sehingga motor tampak normal di awal, tetapi kemudian mengalami mogok, error, atau gangguan fungsi di kemudian hari. Tak hanya soal kinerja, motor yang pernah terendam banjir juga meninggalkan jejak permanen. Karat dan kerak pada rangka, baut, serta komponen tersembunyi menjadi tanda yang sulit dihilangkan sepenuhnya, sekaligus menurunkan nilai dan keandalan motor dalam jangka panjang. Nugroho. pemilik Nugkla Garage Cawas, Klaten mengatakan calon pembeli harus teliti saat memilih motor bekas, pastikan bukan bekas banjir. “Motor yang pernah terendam berpotensi mengalami kerusakan, seperti komponen mesin aus karena pelumasan sempat memburuk, suara mesin jadi kasar,” ucap Nugroho kepada KOMPAS.com, Minggu (25/1/2026). Selain suara kasar, asap knalpot bisa menjadi lebih pekat karena terjadi keausan pada ring piston. Oli jadi cepat habis karena ikut terbakar. Warga membantu pengendara sepeda motor yang mogok saat menerobos banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Banjir setinggi 50-60 cm akibat hujan berintensitas tinggi serta buruknya sistem drainase tersebut membuat sejumlah kendaraan mogok dan lalu lintas terganggu. ANTARA FOTO/Ika Maryani/tom. Dicky Dwi Putra, penyedia jasa inspeksi sepeda motor bekas Inspector Motor di Bogor mengatakan motor bekas pernah kebanjiran mungkin saja sudah harus segera turun mesin, sehingga bila tidak teliti bisa merugikan calon pembeli. Maka dari itu, calon pembeli harus mengenali tanda-tanda motor bekas yang punya riwayat kebanjiran. Seperti adanya karat pada rangka dan baut-bautnya. “Bila terdapat karat, bekas lumpur, di lekukan baut-baut motor, maka itu bisa menandakan bahwa unit pernah terendam banjir, dan sebaiknya jangan dibeli,” ucap Dicky kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Penitipan motor kawasan Stasiun Bekasi yang ikut terendam banjir, Selasa (4/3/2025) Selain itu, sekilas mika atau kaca lampu motor yang pernah terendam tampak menguning, diikuti dengan tanda-tanda lain berupa adanya kerak lumpur pada soket-soket kabelnya, dan beberapa sakelar juga bisa berkarat. Pada unit yang kondisinya parah, oli mesin bisa saja masih dalam kondisi tercampur dengan air, yakni ditandai dengan warnanya yang keputihan seperti bercampur susu. “Dari segi saringan udara juga kotor parah, seperti ada kerak lumpur, ini juga menjadi tanda bahwa motor pernah kebanjiran,” ucap Dicky. Berhubung membeli motor bekas yang punya riwayat terendam banjir berisiko seperti disebutkan di atas, maka calon pembeli perlu berhati-hati saat membeli motor bekas. Minimal perlu mengajak tenaga ahli untuk memeriksa unit secara langsung. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang