Risiko kendaraan terendam banjir kembali menjadi perhatian, terutama di tengah meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah perkotaan. Kondisi ini kerap memunculkan kekhawatiran pemilik kendaraan, baik mobil bermesin konvensional maupun mobil listrik, terkait potensi kerusakan yang bisa timbul setelah menerjang genangan air. Menanggapi hal tersebut, MG Motor Indonesia menjelaskan bahwa setiap jenis kendaraan memiliki karakter risiko yang berbeda saat terpapar banjir. MG 4 EV kini kembali menjadi bagian dari display line up yang dihadirkan MG pada IIMS 2025. Perbedaan teknologi penggerak antara mobil listrik dan mobil berbahan bakar bensin membuat dampak yang ditimbulkan tidak bisa disamakan. Hary Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia, mengatakan, baik mobil listrik maupun mobil berbahan bakar bensin (Internal Combustion Engine/ICE) sama-sama memiliki risiko saat terpapar banjir, namun jenis risikonya berbeda. "Pada mobil ICE, banjir berisiko menyebabkan kerusakan mesin akibat air masuk ke ruang pembakaran (water hammer) serta gangguan pada sistem kelistrikan," ujar Hary, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Review MG HS, SUV dengan banderol Rp 400 juta-an Menurutnya, masuknya air ke ruang pembakaran dapat menyebabkan mesin tidak bisa berfungsi normal, bahkan berpotensi menimbulkan kerusakan permanen. Selain itu, sistem kelistrikan pada mobil konvensional juga rentan mengalami korsleting apabila terendam air. "Sementara itu, mobil listrik MG tidak memiliki mesin pembakaran. Baterai dan sistem kelistrikan telah diuji secara ketat dan dilindungi dengan sertifikasi IP67, sehingga tahan terhadap debu dan paparan air dalam batas tertentu," kata Hary. Selain perlindungan fisik pada baterai, MG juga membekali mobil listriknya dengan sistem pengamanan berlapis. Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan risiko saat terjadi kondisi ekstrem, termasuk ketika kendaraan bersentuhan dengan air. Selain itu, Hary menambahkan, sistem keamanan baterai akan memutus aliran listrik secara otomatis jika terdeteksi kondisi tidak normal. "Meski demikian, MG menegaskan tidak ada kendaraan yang dirancang untuk menerjang banjir, sehingga genangan tinggi tetap perlu dihindari," ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang