Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada 14 sampai 21 Mei 2026. Kondisi ini perlu diantisipasi masyarakat, terutama para pengendara yang beraktivitas di wilayah pesisir utara Jakarta. Peringatan tersebut dikeluarkan setelah BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok melaporkan adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan Super New Moon atau fase bulan baru dan Perigee. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, fenomena tersebut dapat memicu peningkatan tinggi muka air laut di wilayah pesisir utara Jakarta. “Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut. Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air,” ujar Isnawa, dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2025). Para pengendara keluhkan kondisi Jalan RE Martadinata di Jakarta Utara yang sering terendam banjir rob. Senin, (5/1/2026). Ia menyampaikan, puncak pasang maksimum di wilayah utara Jakarta diperkirakan terjadi pada pukul 20.00–01.00 WIB. Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga kawasan Kepulauan Seribu. Banjir Rob Genangi Jalan RE Martadinata, Ketinggian Air 20 CM Hindari Area Rawan Rob BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk mewaspadai perubahan cuaca serta dinamika air laut yang dapat berubah cepat. Pengendara juga diminta menghindari aktivitas di kawasan pesisir yang rawan terendam, terutama saat puncak pasang terjadi pada malam hari. Selain memantau kondisi jalan, pemilik kendaraan disarankan memarkir mobil di lokasi yang lebih tinggi dan aman sebelum rob datang. Langkah antisipasi ini penting untuk menghindari kerusakan kendaraan akibat air laut. Ilustrasi cuci karpet mobil secara menyeluruh. Bagi pemilik mobil, banjir rob bukan sekadar genangan biasa. Kandungan garam pada air laut dapat mempercepat korosi pada berbagai komponen kendaraan. “Komponen bawah mobil seperti sasis, suspensi, dan knalpot adalah yang paling mudah berkarat. Air rob biasanya menggenang di area tersebut dan garam yang menempel akan mempercepat proses oksidasi,” ujar Lung Lung, pemilik bengkel Dokter Mobil, kepada Kompas.com belum lama ini. “Perkabelan, konektor listrik yang terendam air garam bisa korosi, terus terjadi arus pendek atau gangguan pada sistem elektronik mobil. Ini perlu perhatian khusus karena sulit terdeteksi langsung,” katanya. Ilustrasi mencuci mobil. Bilas Mobil dengan Air Tawar Jika kendaraan terlanjur terkena banjir rob, pemilik mobil disarankan segera membersihkan kendaraan menggunakan air tawar agar sisa garam tidak menempel terlalu lama. “Cuci mobil dengan air tawar secara menyeluruh, terutama bagian kolong dan celah-celah tersembunyi. Ini penting untuk menghilangkan sisa garam yang menempel," ujarnya. Langkah cepat dan tepat dinilai dapat mencegah kerusakan lebih parah serta menjaga kondisi kendaraan tetap optimal setelah terdampak banjir rob. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang