Musim hujan yang bersamaan dengan fenomena banjir rob jadi kekhawatiran tersendiri bagi pemilik kendaraan, terutama mobil. Pasalnya Air bercampur lumpur dan kandungan garam laut berpotensi memicu korosi pada sejumlah komponen penting. Jika tidak ditangani dengan cepat, karat dapat memengaruhi performa bahkan keamanan kendaraan dalam jangka panjang. Lung Lung, pemilik bengkel spesialis Dokter Mobil, menjelaskan gejala korosi umumnya muncul pada bagian-bagian yang jarang diperhatikan oleh pemilik kendaraan. Jalan Pantura Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Demak, Jawa Tengah, kembali tergenang air rob, tidak satu pun kendaraan sepeda motor yang berani melintas, Kamis (19/6/2025) siang. "Area yang paling rentan terkena korosi adalah rangka bawah mobil, sambungan pintu, dan komponen sistem pengereman. Apalagi jika air banjir rob bercampur dengan air asin, proses korosi bisa berlangsung lebih cepat," ujar Lung Lung kepada Kompas.com. Tanda awal korosi dapat dikenali dari perubahan warna logam hingga munculnya bercak cokelat kemerahan pada permukaan mobil. Dalam beberapa kasus, pintu mengeluarkan suara berdecit ketika dibuka dan muncul aroma tidak sedap akibat karat yang sudah mulai berkembang. Kondisi ini perlu diwaspadai karena sering kali kerusakan baru terasa ketika komponen sudah melemah dan berisiko menimbulkan masalah lebih serius. Bagian mur dan baut roda juga tidak boleh luput dari perhatian karena posisinya berada paling dekat dengan area genangan. Kondisi arus lalu lintas di Pantura Demak, arah Semarang alami kemacetan panjang akibat Pantura Sayung tergenang banjir rob, Rabu (28/10/2025). Jika karat mulai terbentuk pada titik ini, struktur penguncian roda dapat melemah dan membahayakan kendaraan ketika digunakan. Lung Lung menekankan pentingnya tindakan cepat setelah kendaraan terendam banjir rob. Mobil sebaiknya segera dicuci menggunakan air tawar untuk menghilangkan garam yang menempel pada bodi maupun kolong mobil. Apabila diperlukan, pemilik mobil dapat melakukan pelapisan ulang pada underbody sebagai perlindungan tambahan terhadap risiko karat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang