Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Dalam unggahan akun Instagram @bpbddkijakarta, BPBD menyampaikan, banjir rob di wilayah pesisir Jakarta diprediksi terjadi pada 4-6 Desember 2025 dengan waktu puncak 5 Desember pukul 09.00 WIB. Naiknya muka air laut dapat menimbulkan genangan sehingga diimbau untuk masyarakat agar berhati-hati dan melakukan antisipasi. Adapun wilayah yang diprediksi terdampak banjir rob ialah Kamal, Muara Angke, Baywalk Pluit, Sunda Kelapa, RE Martadinata, dan Blencong Marunda. Bagi mobil, banjir rob merupakan salah satu musuh karena air berasal dari laut yang kandungan garamnya bersifat korosif dan dapat mempercepat karat pada sektor kaki-kaki hingga komponen mesin. Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, menjelaskan bahwa air laut bisa menimbulkan efek lebih merusak dibanding air tawar. "Air laut itu bersifat korosif. Disarankan untuk mencuci bagian kolong yang terkena air tersebut untuk menghindari kerusakan akibat timbulnya karat," ucap Didi kepada Kompas.com belum lama ini. Saat melintasi genangan, batas aman ketinggian air menjadi faktor penting. Didi mengingatkan agar ketinggian air tidak melebihi saluran filter udara. Pelabuhan Sunda Kelapa di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, terus dihantui banjir. "Untuk mesin, baik air banjir atau rob dihindari ketinggian air yang dapat terhisap masuk dari saluran filter udara sehingga air masuk ke dalam mesin dan menimbulkan kerusakan atau water hammer," tuturnya. Selain mobil konvensional, pengguna kendaraan listrik juga perlu memperhatikan perawatan setelah melewati banjir rob. Sebab, air asin berpotensi merusak bagian logam dan berpengaruh pada durability kendaraan. Aftersales Manager Hyundai Gowa, Raymond Muldhany, menegaskan pentingnya pencucian cepat setelah kendaraan terpapar banjir air laut. “Kalau air laut, harus ditangani secepatnya karena air bersifat korosif,” ujarnya dalam kesempatan terpisah. Ia menambahkan bahwa setiap mobil umumnya sudah memiliki lapisan anti karat, namun perawatan tetap perlu dilakukan agar efek jangka panjang dapat diminimalkan. Sebagian wilayah Jakarta mulai diguyur hujan. Tetap hati-hati , waspadai jarak pandang terbatas dan jaga jarak aman kendaraan anda. pic.twitter.com/7RLmjoveaW — TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) December 4, 2025 “Memang tidak harus secepat 1x24 jam, karena pada dasarnya setiap mobil itu memiliki lapisan anti karat. Namun, untuk jangka panjang, sebaiknya segera dicuci dengan air bersih,” lanjutnya. Lebih jauh Raymond mengingatkan agar proses pencucian dilakukan lebih hati-hati khususnya di area bawah kendaraan yang menjadi lokasi penyimpanan baterai. “Kalau mobil listrik, nyucinya agak unik. Tidak boleh high pressure, khususnya pada bagian bawah. Cukup pakai selang dengan tekanan air yang biasa saja,” jelasnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang