Ilustrasi mobil listrik / cas kendaraan listrik Pasar mobil listrik global mulai menunjukkan perlambatan pada 2026. Meski penjualan kendaraan listrik dan plug-in hybrid (PHEV) masih tumbuh secara global, laju pertumbuhannya tidak lagi sekuat beberapa tahun terakhir. Kondisi ini terlihat berbeda di tiap wilayah, dengan Eropa menjadi penyelamat sementara Amerika Utara mengalami penurunan drastis. Berdasarkan data terbaru dari Benchmark Mineral Intelligence (BMI), dikutip VIVA Jum'at 15 Mei 2026, sekitar 1,6 juta kendaraan listrik dan PHEV terjual di seluruh dunia sepanjang April 2026. Angka tersebut naik 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, tetapi turun 9 persen dibanding Maret 2026 yang sempat melonjak karena efek subsidi dan kenaikan harga bahan bakar. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Ilustrasi Mobil Listrik Eropa menjadi kawasan dengan performa paling kuat. Penjualan EV dan PHEV di wilayah tersebut melonjak 27 persen secara tahunan dengan total lebih dari 400 ribu unit terjual pada April. Italia mencatat hampir dua kali lipat pertumbuhan, sementara Prancis dan Jerman juga mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga bahan bakar akibat konflik geopolitik di Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat masyarakat Eropa terhadap kendaraan listrik. Selain itu, banyaknya merek asal China yang mulai agresif masuk pasar Eropa juga ikut mendongkrak penjualan. Saat ini sekitar 22 persen mobil plug-in yang dijual di Eropa berasal dari pabrikan China, meskipun terkena tarif tambahan. Berbeda dengan Eropa, kondisi di Amerika Utara justru memburuk. Penjualan EV dan PHEV di kawasan tersebut turun 28 persen dibanding tahun lalu. Sepanjang empat bulan pertama 2026, total penjualannya merosot sekitar 25 persen. Penghapusan insentif kendaraan listrik di Amerika Serikat disebut menjadi salah satu penyebab utama penurunan pasar. China yang selama ini menjadi pasar EV terbesar dunia juga mengalami tekanan. Penjualan domestik kendaraan listrik dan hybrid plug-in turun 17 persen sepanjang tahun berjalan. Perubahan kebijakan subsidi dan penyesuaian pajak membuat permintaan di pasar lokal melemah, terutama untuk mobil berukuran kecil. Meski begitu, produsen otomotif China berhasil menutupi pelemahan pasar domestik lewat ekspor besar-besaran. Dalam periode Januari hingga April 2026, sekitar 1,4 juta EV dan PHEV dikirim ke pasar luar negeri, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Fenomena perlambatan ini juga memicu diskusi di komunitas otomotif dan penggemar kendaraan listrik. Banyak pengguna menilai pasar EV sebenarnya masih berkembang, hanya saja pertumbuhannya kini lebih realistis dibanding lonjakan ekstrem beberapa tahun terakhir. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Ilustrasi mobil listrikDi tengah kondisi pasar yang mulai berubah, sejumlah produsen otomotif kini mulai mencari strategi baru. Beberapa perusahaan bahkan mengalihkan sebagian produksi baterai EV untuk kebutuhan penyimpanan energi skala besar sebagai solusi menghadapi penurunan permintaan kendaraan listrik.