Kinerja ekspor sepeda motor rakitan Indonesia menunjukkan sinyal positif pada awal 2026. Data AISI terbaru mencatat, pengiriman motor ke pasar global pada Januari lalu mengalami peningkatan. Pada Januari 2026, ekspor sepeda motor CBU mencapai 52.924 unit. Angka tersebut melonjak 27,4 persen dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 41.541 unit. Secara tahunan, kinerja ekspor CBU juga tumbuh signifikan, naik 29,5 persen dibandingkan Januari 2025 yang berada di level 40.878 unit. Ilustrasi perakitan motor di pabrik Yamaha Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa permintaan motor rakitan Indonesia di pasar internasional masih terjaga. Sementara itu, ekspor sepeda motor dalam bentuk completely knocked down (CKD) relatif stabil. Pada Januari 2026, realisasi ekspor CKD mencapai 673.703 unit. Angka ini hanya turun tipis 0,1 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencatatkan 674.701 unit. Namun jika dibandingkan bulan sebelumnya, performa ekspor CKD justru menunjukkan lonjakan cukup tinggi, yakni meningkat 21,8 persen dari Desember 2025 yang berada di angka 553.037 unit. Ilustrasi pabrik motor Benelli di Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, menilai kinerja ekspor dan penjualan domestik sama-sama dipengaruhi oleh berbagai faktor global. Ia menyoroti adanya efek berganda dari kondisi geopolitik dunia yang berpotensi menekan perekonomian, termasuk pasar sepeda motor di dalam negeri. Selain faktor geopolitik, Sigit juga menekankan pentingnya kondisi ekonomi nasional dalam menjaga daya beli masyarakat. Ilustrasi pabrik motor TVS di Karawang, Jawa Barat. “Produk motor kita sebenarnya sangat kompetitif, apalagi dengan rupiah yang melemah, harusnya lebih bersaing,” ucap Sigit, kepada Kompas.com belum lama ini. Namun, optimisme tersebut tetap dibayangi oleh tantangan eksternal. Ketidakpastian geopolitik dan kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih masih menjadi penghambat utama bagi ekspor. “(Target ekspor 2026) kurang lebih sama dengan 2025. Tidak berharap ada peningkatan signifikan karena kondisi geopolitik global juga belum mendukung,” kata dia. Pabrik motor listrik Alva berada di Kawasan Delta Mas, Cikarang. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2025, total ekspor sepeda motor CBU dari Indonesia mencapai 544.133 unit. Untuk ekspor CKD, angkanya jauh lebih besar, yakni 8.139.894 unit. Sementara itu, ekspor komponen atau part by part tercatat mencapai 138.455.487 unit. Capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi industri sepeda motor nasional untuk terus menjaga performa ekspor di tengah tantangan global yang masih berlanjut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang