Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas di ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, seiring berlanjutnya pekerjaan konstruksi Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2 CP202. Pengerjaan proyek ini sejatinya telah dimulai sejak 4 Januari 2025 dan dilakukan secara bertahap hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Khusus mulai 1 Januari 2026, bertepatan dengan kembalinya aktivitas kerja masyarakat Jakarta setelah libur akhir tahun, tahapan pekerjaan memasuki fase berikutnya. Simpang Harmoni Menuju Arah Monas Kondisi ini membuat pengaturan lalu lintas kembali mengalami penyesuaian, sehingga pengendara yang biasa melintas di kawasan Harmoni hingga Mangga Besar perlu lebih mencermati rute perjalanannya. Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mendukung pembangunan MRT Jakarta Fase 2 CP202 yang mencakup tiga stasiun, yakni Stasiun MRT Harmoni, Stasiun MRT Sawah Besar, dan Stasiun MRT Mangga Besar. Rekayasa Lalu Lintas Kawasan Harmoni Dikutip keterangannya, rekayasa lalu lintas diterapkan di kawasan Harmoni yang berlangsung hingga 30 April 2026. Pada periode tersebut, arus kendaraan di Jalan Hayam Wuruk arah Monas akan sedikit bergeser ke sisi jalan, mulai dari Gedung BPKP hingga Gedung Sandjaja. Meski demikian, jumlah lajur menuju Monas tetap dipertahankan sebanyak tiga lajur. Selanjutnya, pada 1 Maret–17 Maret 2026, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas akan dibelokkan ke tengah jalan mulai dari depan Gedung Clover Bakery, sebelum kembali ke sisi gedung menjelang Jalan Sukarjo Wiryopranoto. Pada saat yang sama, arus lalu lintas Jalan Gajah Mada arah Kota akan dialihkan ke sisi kanal, tepatnya dari depan Gedung CIMB Niaga hingga sebelum Gajah Mada Plaza. Rekayasa berlanjut pada 18 Maret 2026 hingga 30 Juni 2026, di mana arus kendaraan di Jalan Hayam Wuruk arah Monas akan kembali dialihkan ke tengah jalan mulai dari Hotel Ibis, lalu kembali ke sisi gedung setelah McDonald’s. Sementara itu, arus Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal dari Gedung CIMB Niaga hingga melewati Jalan Zainul Arifin. Memasuki tahap akhir, yakni 1 Juli 2026–31 Agustus 2026, lalu lintas Jalan Hayam Wuruk baik arah Monas maupun arah Kota akan dikembalikan ke sisi tengah. Adapun arus Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi tengah tepat di depan Gedung CIMB Niaga. Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP202 Harmoni-Mangga Besar. Rekayasa Lalu Lintas Kawasan Mangga Besar Selain kawasan Harmoni, Dishub DKI juga menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Mangga Besar. Pada periode 1 Januari 2026, lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas akan ditempatkan di sisi sungai dengan satu lajur, lalu kembali ke sisi gedung setelah Gedung BRI. Kemudian, pada 1 Mei 2026–31 Agustus 2026, arus kendaraan Jalan Hayam Wuruk arah Monas kembali dialihkan ke sisi bangunan, tepatnya setelah Ruko Olimo. "Diimbau kepada pengguna jalan agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan di jalan," tulis keterangan itu dikutip MInggu (4/1/2026). Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang