Industri sepeda motor listrik nasional memasuki tahun 2026 dengan target yang lebih realistis namun tetap optimistis. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi, menyebut bahwa tahun depan fokus utama pelaku industri bukan lagi mengejar pertumbuhan agresif. Melainkan mempertahankan tren peningkatan penjualan secara bertahap, setelah 2025 membukukan capaian sekitar 55.059 unit berdasarkan SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe) yang dirilis Kemenhub. Test ride Maka Cavalry “Tahun ini kita enggak muluk-muluk. Kalau dibandingkan, sekarang (tahun 2025) 55.000 unit. Kalau tahun 2026 kita targetkan kenaikan 25.000 unit, berarti bisa mencapai 75.000 unit tahun depan,” ujar Budi, kepada Kompas.com (5/1/2026). Ia menjelaskan bahwa Aismoli telah menyusun tiga skema proyeksi penjualan untuk 2026, yaitu optimis, moderat, dan pertengahan. Skema optimistis baru akan dipertimbangkan apabila pemerintah kembali menghadirkan program subsidi pembelian motor listrik. Namun, hingga saat ini belum ada sinyal pasti terkait keberlanjutan dukungan fiskal tersebut. Ilustrasi pabrik motor listrik Tangkas Meski demikian, Aismoli tetap menjaga ekspektasi yang realistis. Target dasar sebesar 75.000 unit pada 2026 dinilai sudah cukup baik jika kondisi pasar masih serupa dengan tahun ini. Dengan strategi pemasaran dan pengembangan ekosistem yang lebih kuat, Budi menyebut ada peluang angka penjualan menembus 100.000 unit. “Kami juga tidak terlalu berharap (subsidi pemerintah). Kalau sama seperti 2025, target 75.000 unit saja sudah cukup bagus. Tapi kalau kita lakukan berbagai strategi, kami optimis bisa sampai minimal 100.000 unit,” ucap Budi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang