Mobil listrik atau hybrid, cenderung tak memiliki suara mesin saat melaju pelan. Pada saat itu hanya terdengar suara motor yang halus. Kondisi tersebut ternyata dianggap memiliki potensi bahaya, khususnya terhadap pejalan kaki seperti di parkiran, jalan kecil dan sejenisnya. Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan, mobil hybrid Toyota punya suara artifisial atau buatan sebagai pengganti suara mesin. “Suara buatan ini menyala, khususnya saat mesin bakar tidak hidup atau mode EV, seperti yang terdapat pada Veloz dan Innova Zenix hybrid,” ucap Riski kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Suara tersebut sengaja dibuat dengan tujuan keselamatan. Sehingga saat mobil melaju pelan akan membuat orang disekitarnya sadar atas kehadiran mobil tersebut. “Saat maju ada suaranya, saat mundur lebih kencang, dan itu bukan suara motor listrik, tapi suara buatan,” ucap Riski. Daihatsu Rocky Hybrid Vehicle Proximity Notification System (VPNS) ini sudah banyak dikembangkan dan menjadi fitur standar karena fungsinya yang teramat penting. Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan, sebenarnya suara artifisial tersebut sangat penting dari sisi keselamatan. “Suara buatan itu dapat memastikan pedestrian dan pesepeda mengetahui keberadaan mobil kita, ini berguna sekali di area-area seperti parkiran, perumahan atau saat mobil berjalan pelan,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, Jumat (16/1/2026). Pedestrian di jalan cukup beragam dan sebagainya rentan terhadap risiko. Seperti anak anak, lansia, terutama tuna netra. “Dengan adanya suara tersebut, mereka dapat lebih sadar ada kendaraan di belakangnya, sehingga bisa lebih waspada di jalan,” ucap Marcell. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang