Mobil hybrid memiliki teknologi self-charging, yang dapat membuat baterai mengisi sendiri tanpa perlu colok listrik. Dengan demikian, penggunanya tidak perlu mencari charging station atau stasiun pengisian kendaraan listrik di jalan atau memasang cas di rumah. Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan, mobil hybrid mengisi baterai secara otomatis saat mobil berjalan. Pengisian self charging lewat regenerative braking system, energi saat mengerem dan deselerasi diubah jadi listrik, atau mesin bensin dengan mengubah sebagian tenaga untuk mengisi baterai. “Pengemudi bisa memantau informasi di layar informasi, kapan energi listrik terpakai untuk menggerakkan roda, dan baterai kembali terisi lewat pengereman atau mesin bakar,” ucap Riski kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Dengan prinsip kerja tersebut, maka baterai akan terisi sendiri, tidak perlu mengecas di rumah atau SPKLU. Ilustrasi baterai mobil hybrid. Saat mobil melaju pelan atau di kemacetan, motor listrik akan bekerja. Saat pengemudi menginjak pedal gas untuk akselerasi atau baterai mulai turun, mesin bakar menyala. “Ketika pengemudi mengerem atau melakukan deselerasi, energi kinetik dari roda akan diubah menjadi energi listrik dan disimpan ke baterai,” ucap Riski. Semua prosesnya diatur otomatis oleh sistem komputer mobil. Pengemudi tinggal gas dan mengerem saja tanpa perlu melakukan konfigurasi. Mesin Toyota New Veloz Hybrid EV Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan, self charging bekerja dengan memanfaatkan mesin bakar, sehingga ada sumber energi yang terpakai. “Saat mesin bakar bekerja sebagai generator, maka bahan bakar minyak (BBM) menjadi sumber energi penggantinya,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Sabtu (17/1/2026). Mobil hybrid akan hemat ketika menjumpai banyak jalan menurun, karena mobil bisa melaju tanpa menghabiskan daya listrik. “Saat deselerasi atau mengerem, gaya kinetik akan diubah menjadi energi listrik untuk disimpan ke baterai, meski hanya 10 persen dari total gaya kinetik yang mampu diubah jadi listrik,” ucap Jayan. Bila rem regeneratif tak mampu meng-cover kebutuhan daya listrik, misal mobil banyak dipakai untuk akselerasi, maka mesin bakar yang akan mengambil alih peran motor listrik. Baterai pada Toyota Innova Zenix Hybrid. “Mode EV jadi tidak aktif, sebagai gantinya mesin bakar akan bekerja lebih dominan sehingga terjadilah peningkatan konsumsi BBM,” ucap Jayan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang